Pernyataan tersebut disampaikan AHY di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, pemerintah memberi perhatian khusus terhadap kondisi jalan arteri maupun jalan tol nasional, termasuk Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Tol Trans Sumatera, yang menjadi jalur utama pergerakan pemudik.
“Jalan-jalan kita harus pastikan dalam kondisi prima, apakah jalan utama termasuk jalan arteri,” ujar AHY.
Selain memastikan kondisi infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan berbagai moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara, hingga kereta api agar kapasitas armada memadai menghadapi lonjakan penumpang.
Pemerintah juga memberikan diskon tarif tol hingga 30 persen sebagai upaya meringankan biaya perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.
AHY menegaskan kementerian terkait saat ini bekerja secara intensif untuk memastikan kondisi jalan tetap aman, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan kerusakan jalan maupun meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kita harus siap menghadapi cuaca ekstrem, terutama hujan yang bisa mengakibatkan kerusakan jalan dan risiko kecelakaan. Semua fokus di situ sekarang,” kata AHY.
Ia menambahkan koordinasi lintas kementerian, pemeriksaan rutin infrastruktur, serta kesiapan armada transportasi menjadi kunci untuk memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan terjangkau bagi masyarakat. [*]






