PADANG | KLIKGENZ.COM — Menjelang Hari Raya Idulfitri, kabar menggembirakan datang dari para petani yang sempat terdampak bencana banjir dan longsor di Kota Padang. Setelah mengalami gagal panen beberapa bulan lalu, kini mereka mulai kembali menikmati hasil pertanian.
Salah satunya dirasakan Joni, petani di Kelurahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah. Ia mengaku bersyukur karena tanaman mentimun yang ia tanam sudah mulai dipanen.
“Alhamdulillah mentimun yang ditanam sudah panen,” ujar Joni, Senin (9/3/2026).
Joni merupakan salah satu petani yang lahannya rusak akibat banjir besar yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025. Saat itu tanaman padi miliknya mengalami puso atau gagal panen total, sehingga sempat membuatnya putus asa.
Namun berkat pendampingan dari Dinas Pertanian Kota Padang, para petani yang terdampak bencana didorong untuk melakukan alih komoditas dengan menanam tanaman selain padi.
Joni pun memilih menanam mentimun karena masa panennya relatif cepat dan dapat membantu memulihkan ekonomi keluarga.
“Mentimun sudah panen, harganya sekarang sekitar Rp160 ribu per karung,” kata Joni yang tergabung dalam Kelompok Tani Harapan Baru.
Panen mentimun tersebut membuat Joni kembali bersemangat. Apalagi Lebaran sudah semakin dekat dan ia bisa merayakannya dengan lebih tenang bersama keluarga.
“Jadi juga lebaran,” ucapnya dengan wajah ceria.
Kondisi serupa juga dialami petani lainnya di sejumlah wilayah Kota Padang. Di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tenaga Baru mulai memanen tanaman pare.
Sementara itu, petani di Kelompok Tani Sumua Gadang, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, memilih beralih menanam kangkung dan sudah memulai panen sejak beberapa hari terakhir.
Selain itu, petani di Poktan Lapau Munggu, Poktan Anugrah, dan Poktan Patamuan di Kelurahan Kuranji juga mulai memasuki masa panen berbagai komoditas sayuran.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengaku bangga dengan semangat para petani yang tetap bertahan meski sebelumnya mengalami kerugian akibat bencana.
“Alhamdulillah para petani mau beralih komoditas sehingga perputaran ekonomi tetap berjalan,” ujar Yoice.
Ia menjelaskan bahwa banjir besar sebelumnya juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada jaringan irigasi di sejumlah wilayah Kota Padang sehingga aliran air ke lahan sawah sempat terganggu.
Namun saat ini, sebagian lahan pertanian sudah kembali mendapatkan pasokan air setelah dilakukan penanganan sementara oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) V, PSDA Provinsi Sumatera Barat, serta Dinas PUPR Kota Padang.
“Sebagian lahan sawah sudah bisa diairi melalui penanganan sementara, sehingga petani mulai kembali menanam padi,” jelas Yoice.
Sementara itu, untuk lahan yang belum dapat dialiri air, para petani tetap didorong untuk beralih komoditas agar aktivitas pertanian tetap berjalan dan ekonomi keluarga tetap terjaga. [*]
Sumber: Diskominfo






