NasionalNewsPeristiwa

Dana MBG Ratusan Miliar Sudah Cair ke Rekening SPPG, Akan Tetapi Dapurnya Belum Ada!

Redaksi KlikGenZ
×

Dana MBG Ratusan Miliar Sudah Cair ke Rekening SPPG, Akan Tetapi Dapurnya Belum Ada!

Sebarkan artikel ini

KLIKGENZ.Com – Aksi bersih-bersih di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) terus berlanjut. Usai menemukan persoalan SDM pekan lalu, sekarang giliran dapur fiktif.

Kepala BGN Sudaryono baru saja mengungkap temuan anomali pada 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah menerima dana ke rekening, tetapi dapurnya belum beroperasi atau memiliki rekening ganda.

“Dalam proses pemeriksaan, setelah kami periksa semua ribuan-ribuan rekening ini, kami menemukan semacam anomali,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, Jumat (31/07/26).

Baca Juga  RSUD Tipe D Sungai Limau Segera Dibangun, Bupati John Kenedy Azis Targetkan Rampung 2026

Hasil verifikasi menunjukkan terdapat 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang rekeningnya bermasalah, baik karena memiliki lebih dari satu rekening virtual maupun dapurnya belum beroperasi.

“Kami telah menemukan adanya 414 SPPG atau dapur yang rekeningnya itu kemudian rekeningnya either double atau rekeningnya dapurnya enggak ada, atau dapurnya belum beroperasi,” ujarnya.

Padahal, pemerintah telah menyalurkan dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke rekening masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui virtual account.

Baca Juga  Dari Penjual Nasi Kuning Jadi Orang Tua ASN dan Polisi: Kisah Perantau Sukses dari Tulungagung

Akibat temuan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan dana sebesar Rp311,2 miliar ke kas negara. Pengembalian dilakukan melalui beberapa bank, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp137,5 miliar, Bank Negara Indonesia (BNI) Rp74 miliar, Bank Mandiri Rp71,6 miliar, Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp12,9 miliar, dan Bank Tabungan Negara (BTN) Rp15,3 miliar.

“Totalnya Rp311,2 miliar, kami kembalikan ke kas negara dari hasil penyisiran kami yang kami temukan sampai dengan saat ini dari 414 SPPG,” tutur Sudaryono. (*)