KLIKGENZ.Com — Pemerintah Kabupaten Agam bersama BKKBN Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Workshop bagi Bidan di Lokasi Bencana di Puskesmas Matur, Rabu (5/8/2026). Sementara pelayanan KB di Puskesmas Koto Alam dijadwalkan berlangsung Kamis (06/08/26).
Kegiatan dibuka Plt. Kepala Dinas Dalduk KB PP PA Kabupaten Agam Drs. Dandi Pribadi, M.Si., dan dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si., Tim OVOLPE Foundation, IBI, tenaga kesehatan, penyuluh KB, kader, serta akseptor KB.
Dalam pelayanan tersebut, 11 akseptor mendapatkan kontrasepsi jangka panjang, terdiri dari 8 akseptor implant dan 3 akseptor IUD.
Dandi mengatakan peningkatan pelayanan kontrasepsi diperlukan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan mengatur jarak kelahiran.
“Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan meningkatkan pelayanan kontrasepsi. Dimana tujuannya untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, dan mengatur jarak kehamilan sehingga terwujudnya keluarga yang berkualitas,” ujar Dandi.
Ia menyebut sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti tingginya angka drop out KB, rendahnya penggunaan kontrasepsi modern, serta masih banyak pasangan usia subur yang belum terlayani. Pernikahan usia muda dan persoalan kesehatan reproduksi juga menjadi perhatian.
Dandi juga menegaskan penguatan pelayanan KB berkaitan dengan upaya pencegahan stunting. Kondisi 4T, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak melahirkan, merupakan salah satu penyebab tidak langsung terjadinya stunting.
“Dengan adanya kegiatan pelayanan KB ini kita harapkan akan dapat menurunkan kasus stunting dan keluarga beresiko stunting di Kab. Agam. Untuk itu perlu perhatian dan kerjasama semua pihak,” kata Dandi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si., mengatakan pelayanan KB perlu diperkuat untuk memperluas akses masyarakat terhadap kontrasepsi, terutama di wilayah terdampak bencana.
“Pelayanan KB ini penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap kontrasepsi, terutama di wilayah yang terdampak bencana. Kami berharap pelayanan dan peningkatan kapasitas bidan dapat terus diperkuat,” ujar Mardalena.
Kegiatan juga diisi workshop bagi bidan untuk memperkuat kapasitas pelayanan KB, khususnya di wilayah bencana. Pemerintah Kabupaten Agam berharap kegiatan dapat berlangsung berkelanjutan guna mendukung terwujudnya keluarga berkualitas dan generasi yang sehat. (*/003)











