HeadlineNasionalNewsPeristiwa

Kabupaten Puncak Papua Mencekam! Kantor Bupati dan DPRD Dibakar Massa

Redaksi KlikGenZ
×

Kabupaten Puncak Papua Mencekam! Kantor Bupati dan DPRD Dibakar Massa

Sebarkan artikel ini

KLIKGENZ.Com – Sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dibakar massa pada Selasa (11/8) malam. Aksi tersebut diduga berkaitan dengan persoalan penyaluran dana desa.

Berdasarkan data awal Polres Puncak, kantor yang dibakar meliputi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati Puncak, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta sejumlah kantor dinas lainnya.

Kapolres Puncak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Domingos De F Ximenes membenarkan kejadian tersebut. Polisi masih mendalami pemicu aksi, sementara informasi awal menyebut pembakaran terjadi saat penyaluran Dana Desa Tahap I Reguler berlangsung.

Baca Juga  Survei UAD: 82,9 Persen Anak Muda Dukung Kalender Hijriah Global Muhammadiyah

“Kami masih dalami penyebab pastinya apa. Hanya saja, sebelum kejadian tengah berlangsung penyaluran Dana Desa Tahap I Reguler,” kata Domingos, Rabu (12/8).

Massa awalnya mendatangi Kantor PMK sekitar pukul 17.40 Waktu Indonesia Timur (WIT). Bupati Puncak Elvis Tabuni sempat menemui massa dan berdialog, tetapi situasi kemudian memanas.

Sekitar pukul 18.45 WIT, massa membakar Kantor PMK. Api kemudian merembet dan membakar sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya, termasuk satu unit mobil Dinas Ketahanan Pangan.

“Sekitar pukul 18.45 WIT, massa aksi tidak puas sehingga melakukan aksi pembakaran Kantor PMK,” ungkap Domingos.

Baca Juga  Kontruksi Dimulai, Pemprov Sumbar Kebut Pembebasan Lahan Flyover Sitinjau Lauik 

Kepolisian kemudian menyiagakan personel untuk mencegah aksi meluas. Personel Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama jajaran kepolisian sektor ditempatkan di sejumlah titik strategis.

“Kami tetap melakukan pengamanan dan pemantauan situasi untuk memastikan kondisi tidak berkembang dan mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Domingos.

Polisi juga melakukan pendekatan persuasif dengan menemui tokoh masyarakat. Hingga Rabu, massa mulai meninggalkan lokasi dan situasi keamanan berangsur kondusif.

“Saat ini massa secara bertahap mulai meninggalkan lokasi dan situasi keamanan berangsur kondusif,” pungkas Domingos. (*)