Insiden kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api (KA) B56A Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam dengan tiga remaja terjadi di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kota Padang, Sabtu (7/3/2026) lalu.
Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan tiga remaja asal Kecamatan Sungai Geringging menjadi korban. Dua di antaranya meninggal dunia, sementara satu korban mengalami luka dan saat ini tengah menjalani masa pemulihan.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, komunitas pemuda dan masyarakat Sungai Geringging melalui gerakan Suger Peduli menggalang donasi untuk membantu para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Koordinator Suger Peduli, Tomi, menyampaikan bahwa total donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp11.850.000.
Dana tersebut kemudian disalurkan kepada para korban dan keluarga yang terdampak musibah tersebut.
“Donasi kami salurkan kepada Falza yang Alhamdulillah saat ini sudah dalam masa pemulihan. Semoga segera sehat dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Tomi.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada keluarga almarhum Wahyu dan David sebagai bentuk santunan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Tomi turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh warga yang telah berdonasi melalui Suger Peduli. Semoga apa yang kita berikan menjadi amal ibadah dan bermanfaat bagi para penerima,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh tokoh perantau pemuda Sungai Geringging, Arif Mansyah, atas solidaritas masyarakat dan para donatur.
Ia mengatakan, santunan tersebut merupakan wujud nyata kebersamaan masyarakat kampung halaman dan perantau dalam membantu sesama yang sedang tertimpa musibah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan tim Suger Peduli yang telah menyalurkan santunan kepada Adinda Falza serta keluarga almarhum yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Sungai Geringging,” ujar Arif.
Menurutnya, aksi sosial tersebut menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat dan para perantau asal Sungai Geringging.

Kegiatan kemanusiaan itu juga mendapat dukungan dari tokoh perantau asal Aur Malintang, Hj. RKY Yusneti Yossie Ismael Wahid dari Yossie Group, yang turut memberikan bantuan sebesar Rp5.000.000 melalui donasi Suger Peduli.
Arif berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga korban sekaligus menjadi penguat solidaritas masyarakat.
“Ini merupakan bentuk kepedulian bersama masyarakat dan perantau Sungai Geringging serta sekitarnya,” tutupnya. [*]












