PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM — Hujan deras yang mengguyur sejak malam hari menyebabkan parit meluap di kawasan Kampung Koto, Korong Sungai Sariak, Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Air dari parit yang tidak mampu menampung debit hujan meluber hingga ke kawasan permukiman dan badan jalan. Kondisi tersebut kembali membuat aktivitas warga terganggu, terutama ketika curah hujan meningkat.
Warga setempat menyebut genangan di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Setiap hujan deras turun, air kerap menggenangi sekitar permukiman karena kapasitas parit dinilai sudah tidak lagi memadai.
Kondisi itu diperparah dengan adanya sampah yang membuat aliran air semakin terganggu. Selain itu, sempadan parit yang semakin menyempit membuat ruang untuk menampung dan mengalirkan air menjadi terbatas.
Salah seorang warga mengatakan genangan air sudah seperti menjadi persoalan berulang setiap musim penghujan.
“Kalau hujan deras, pasti meluap paritnya. Sudah sering sekali terjadi dan sangat mengganggu aktivitas kami,” ungkap warga, Senin.
Wali Korong setempat, Arman, mengatakan kondisi parit yang relatif kecil menjadi salah satu persoalan yang menyebabkan air mudah meluap saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Parit di sini sudah kecil sekali, tidak mampu menampung air kalau hujan deras. Jadi air langsung meluap ke luar,” ujarnya.
Menurut warga, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi pengendara dan anak-anak yang melintas di kawasan tersebut.
“Kami berharap ada perbaikan secepatnya. Setiap hujan jadi was-was, takut kendaraan mogok atau anak-anak jatuh karena jalan licin,” ujar salah seorang warga.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi drainase di Kampung Koto. Mereka mengusulkan pelebaran parit, normalisasi saluran, hingga pembangunan drainase baru apabila kondisi saluran yang ada sudah tidak memungkinkan menampung debit air.
Perbaikan sistem drainase dinilai penting untuk mengurangi risiko genangan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Selain pembenahan infrastruktur, kebersihan saluran juga menjadi perhatian agar sampah tidak kembali menghambat aliran air.
Hingga kini, warga masih berharap ada tindak lanjut untuk mengatasi persoalan genangan yang disebut telah berulang kali terjadi di kawasan tersebut. [*]












