Lebaran Dikepung Banjir! 3.675 Rumah di Depok Terendam, 14.700 Warga Terdampak

Hujan deras picu luapan sungai dan tanggul jebol, ribuan warga Depok terdampak saat momen Idulfitri

Redaksi
■ Deretan kendaraan milik warga terendam banjir di Depok akibat luapan air usai hujan deras mengguyur saat Lebaran. (Istimewa)

DEPOK | KLIKGENZ.COM— Momen Hari Raya Idulfitri di Depok berubah menjadi duka setelah banjir besar merendam ribuan rumah warga, Sabtu (21/3/2026).

Hujan deras yang mengguyur sejak sore menyebabkan 3.675 rumah terendam dan sedikitnya 14.700 jiwa terdampak di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana DPKP Depok, Denny Romulo, mengatakan wilayah terdampak tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan CimanggisKecamatan SukmajayaKecamatan Cilodong, dan Kecamatan Tapos.

“Total keseluruhan mencapai 3.675 rumah terendam banjir dan 14.700 jiwa terdampak,” ujar Denny, Minggu (22/3/2026).

Luapan Sungai hingga 1,6 Meter

Banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya sejumlah aliran air seperti Kali CikupaKali Cipinang, Kali Jantung, Kali Laya, hingga Situ Pedongkelan.

Baca Juga  Polisi Kejar Mobil Boks Berisi 1.500 Liter Tuak di Soreang Bandung

Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga 160 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai sekitar 1,5 meter.

Selain itu, banjir juga diperparah oleh sumbatan sampah yang menghambat aliran air.

Ribuan KK Terdampak, Kendaraan Ikut Terendam

Wilayah paling parah terdampak berada di Cimanggis dengan 3.510 kepala keluarga, disusul Cilodong sebanyak 110 KK, Tapos 40 KK, dan Sukmajaya tiga KK.

Tak hanya rumah, banjir juga merendam kendaraan warga yang tidak sempat diselamatkan.

“Tidak sedikit motor dan mobil milik warga ikut terendam,” ungkap Denny.

■ Sejumlah anak dilakukan evakuasi usai terjebak banjir di Depok. Liputan6 /foto ;Istimewa.

Evakuasi dan Penanganan Darurat

Petugas gabungan, termasuk dari unsur Brimob, dikerahkan untuk membantu evakuasi warga dan penanganan banjir.

DPKP Depok juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan pascabanjir, termasuk distribusi bantuan dan pembersihan lingkungan.

Baca Juga  Sekda Hendra Aswara Ajak Masyarakat Sukseskan Pilwana Serentak 2026 di Padang Pariaman

“Kami berupaya maksimal membantu evakuasi warga. Saat ini banjir sudah mulai surut,” kata Denny.

Diduga Tanggul Jebol

Selain faktor hujan ekstrem, banjir juga diduga dipicu tanggul jebol di wilayah Sukmajaya akibat tingginya debit air.

“Info yang masuk ada tanggul jebol, kemungkinan karena intensitas air yang cukup besar,” jelas Denny.

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

Meski tidak ada laporan korban jiwa, warga diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Denny mengimbau masyarakat untuk segera mengamankan barang berharga dan mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

“Kami minta maaf atas musibah ini dan akan terus berupaya maksimal membantu warga terdampak,” tutupnya. [*]