NewsSumbar

Pemulihan Ekonomi Pascabencana Sumbar Dikebut, Kerugian Capai Rp33,5 Triliun

Redaksi
×

Pemulihan Ekonomi Pascabencana Sumbar Dikebut, Kerugian Capai Rp33,5 Triliun

Sebarkan artikel ini

Komisi VII DPR RI dorong percepatan pemulihan pariwisata dan UMKM di 16 kabupaten/kota terdampak

PADANG | KLIKGENZ.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengungkap progres pemulihan ekonomi pascabencana yang berdampak luas di berbagai wilayah. Total kerugian akibat bencana ditaksir mencapai Rp33,5 triliun.

Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VII, Evita Nursanty, di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (12/2/2026).

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menjelaskan bahwa bencana yang terjadi berdampak terhadap perekonomian masyarakat di 16 kabupaten dan kota.

“Selain itu, sebanyak 67 destinasi wisata terdampak dan tersebar di sejumlah daerah di Sumbar. Bencana juga berdampak kepada 107 pelaku ekonomi kreatif serta ribuan pelaku UMKM,” ujar Vasko.

Baca Juga  Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Sumpur, Akses Sumpur–Padang Panjang Mulai Pulih

Ia berharap kunjungan Komisi VII DPR RI bersama mitra kerja dapat mempercepat pemulihan, khususnya pada sektor pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah.

“Harapannya kunjungan ini dapat membantu percepatan pemulihan sektor pariwisata, mengingat Sumatera Barat merupakan salah satu tujuan wisata nasional dan internasional,” tambahnya.

Menurut Vasko, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan sektor unggulan daerah, terutama pariwisata dan UMKM yang terdampak signifikan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai data yang dipaparkan Pemprov Sumbar menunjukkan besarnya tantangan dalam pemulihan ekonomi pascabencana.

Baca Juga  Dugaan Suap Rp17 M di MPR RI, KPK Sudah Tetapkan Tersangka! Siapa Dia?

Ia menegaskan, pihaknya akan mengawal program kementerian agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan daerah.

“Komisi VII DPR RI akan memastikan pelaku UMKM tidak hanya menerima bantuan jangka pendek, tetapi juga dukungan berkelanjutan untuk pemulihan produksi dan perluasan akses pasar,” ujar Evita.

Pemulihan sektor pariwisata dan UMKM dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong kebangkitan ekonomi Sumatera Barat pascabencana. [*]