LUAR NEGERI | KLIKGENZ.COM – Temuan mengejutkan datang dari wilayah utara laut Indonesia. Para ilmuwan menemukan timbunan perak di dasar Laut China Selatan yang kandungannya terus meningkat sejak lebih dari satu abad lalu.
Temuan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan tim ilmuwan dari Hefei University of Technology dan Guangdong Ocean University. Penelitian tersebut dilakukan dengan mengambil sampel inti sedimen laut dari kedalaman sekitar 1.878 meter di lepas pantai Vietnam.
Melalui analisis inti sedimen yang merekam sejarah hingga 3.200 tahun, para peneliti menemukan peningkatan signifikan kandungan perak sejak pertengahan abad ke-19.
Periode tersebut bertepatan dengan awal Revolusi Industri, ketika aktivitas manufaktur dan emisi karbon dioksida (CO₂) di atmosfer meningkat pesat.
Berasal dari Limbah Industri Fotografi
Berdasarkan hasil penelitian, perak yang terakumulasi di dasar laut diduga berasal dari aktivitas manufaktur manusia, khususnya limbah proses pembuatan peralatan fotografi yang menggunakan senyawa berbasis perak.
Material tersebut terbawa melalui aliran sungai dan atmosfer, kemudian mengendap di laut selama puluhan hingga ratusan tahun.
Wilayah pengambilan sampel dikenal sebagai area yang sering diterpa angin kencang sehingga terjadi pergantian air laut secara intensif. Kondisi ini membuat perairan menjadi lebih dingin dan kaya nutrisi, sekaligus sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Pemanasan Global Tingkatkan Aktivitas Mikroorganisme Laut
Peneliti juga menemukan hubungan antara peningkatan kandungan perak dengan perubahan iklim global.
Pemanasan global meningkatkan suhu musim panas di Asia Timur, yang kemudian memicu hujan deras dan angin kuat. Kondisi ini membawa lebih banyak nutrisi ke permukaan laut.
Nutrisi tersebut mendorong produktivitas mikroorganisme laut dalam melakukan fotosintesis. Mikroorganisme ini menyerap berbagai unsur logam, termasuk perak, dari air laut.
Ketika mikroorganisme tersebut mati, sisa-sisanya akan tenggelam ke dasar laut dan membawa logam yang telah diserap sebelumnya, sehingga membentuk akumulasi perak dalam sedimen laut.
Potensi Terjadi di Banyak Wilayah Laut Dunia
Para ilmuwan menilai fenomena ini kemungkinan tidak hanya terjadi di Laut China Selatan, tetapi juga berpotensi terjadi di berbagai wilayah pesisir di seluruh dunia.
Akumulasi logam di dasar laut bahkan dapat menarik perhatian industri pertambangan laut dalam. Selain perak, sedimen laut juga berpotensi mengandung logam lain seperti tembaga, timbal hingga emas.
Logam-logam tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi karena menjadi bahan penting dalam berbagai teknologi modern, termasuk produksi baterai yang memerlukan unsur seperti nikel, mangan dan kobalt.
Ancaman Lingkungan dari Pertambangan Laut
Meski menjanjikan secara ekonomi, aktivitas penambangan dasar laut berisiko besar terhadap lingkungan.
Eksploitasi mineral di kedalaman laut dapat mengganggu ekosistem laut, merusak habitat organisme dasar laut, serta mengganggu keseimbangan ekologi yang selama ini terbentuk secara alami selama ribuan tahun.
Para peneliti mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya laut harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih besar di masa depan. [*]












