JAKARTA | KLIKGENZ.COM — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap strategi pemerintah untuk memastikan aparatur sipil negara (ASN) benar-benar menjalankan kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat mulai 1 April 2026.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari kebijakan penghematan energi, menyusul krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah.
Dipantau Lewat GPS Ponsel
Tito menjelaskan, pemerintah akan memanfaatkan teknologi geolokasi berbasis Global Positioning System (GPS) untuk memantau keberadaan ASN selama menjalani WFH.
ASN diwajibkan mengaktifkan telepon genggamnya agar lokasi mereka dapat terdeteksi secara real-time.
“Untuk meyakinkan ASN benar-benar WFH, kita minta handphone aktif sehingga bisa diketahui lokasi melalui geo-location,” ujar Tito, Selasa (31/3/2026).
Antisipasi Penyimpangan WFH
Kebijakan ini muncul sebagai respons atas kekhawatiran bahwa WFH berpotensi tidak efektif jika ASN justru tetap beraktivitas di luar rumah dan mengonsumsi energi seperti biasa.
Dengan sistem pemantauan digital, pemerintah ingin memastikan tujuan utama WFH, yakni:
- Mengurangi mobilitas transportasi
- Menekan konsumsi energi kantor
- Mendukung efisiensi nasional
Belajar dari Pengalaman Pandemi
Menurut Tito, metode pengawasan ini bukan hal baru. Sistem serupa pernah diterapkan saat masa penanganan COVID-19 dan dinilai cukup efektif dalam mengontrol aktivitas ASN.
Kebijakan tersebut kini diperkuat melalui Surat Edaran Mendagri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah.
WFH Jadi Strategi Nasional Hemat Energi
Kebijakan WFH setiap Jumat ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam merespons tekanan global terhadap energi, sekaligus mendorong perubahan budaya kerja birokrasi yang lebih fleksibel dan efisien.
Namun demikian, implementasi di lapangan tetap akan menjadi sorotan, terutama terkait efektivitas pengawasan, privasi ASN dan disiplin kerja selama WFH.












