Tradisi Nahuwe di Maluku Tengah: Gotong Royong Antar Marga Antar Cucu Berangkat Haji

■ foto ilustrasi AI

MALUKU TENGAH | KLIKGENZ.COMSuasana haru dan kebersamaan menyelimuti Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Warga setempat kembali menggelar tradisi turun-temurun yang dikenal sebagai Nahuwe, sebuah ritual adat untuk mengantar sanak keluarga yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Tradisi ini digelar menjelang keberangkatan jemaah haji 2026, salah satunya untuk calon jemaah bernama Siti Aisyah Selano, putri dari Ismail Selano dan Khadijah Soloto.

Dalam prosesi ini, keluarga besar dari marga Selano dan Soloto berkumpul membawa hasil bumi seperti sagu, singkong, pisang, dan beras. Sementara kaum laki-laki mengumpulkan dana yang dikenal dengan istilah “salawate”.

Arak Hasil Bumi, Iringi Doa dan Harapan

Hasil bumi yang telah dikumpulkan kemudian diarak keliling kampung dengan iringan nyanyian dan gerakan penuh sukacita. Setibanya di rumah calon haji, rombongan disambut dengan tarian sawat kesenian khas masyarakat Muslim Maluku.

Baca Juga  Sidak Pasar Jelang Lebaran, Pemkab Solok Pastikan Harga Sembako Stabil di Muara Panas

Para tetua adat, perempuan, hingga anak-anak larut dalam alunan musik tradisional yang sarat makna spiritual.

Setelah prosesi arak-arakan, seluruh hasil bumi diserahkan kepada keluarga calon haji untuk disantap bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Makna ‘Nahuwe’: Lebih dari Sekadar Tradisi

Salah seorang warga, Sihat Soloto, menjelaskan bahwa ‘Nahuwe’ secara harfiah berarti “pergi melihat”. Namun lebih dari itu, tradisi ini mencerminkan nilai solidaritas dan kepedulian antar keluarga besar.

“Kalau ada anak atau cucu yang pergi haji, semua keluarga datang membawa makanan dan bantuan. Ini sudah dari orang tua-tua dulu,” ujarnya.

Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan moral, tetapi juga membantu meringankan beban ekonomi calon jemaah haji.

Baca Juga  Solidaritas Warga Pessel Mengalir, Bantuan untuk Korban Kebakaran Koto Nan Duo Terus Berdatangan

Warisan Leluhur yang Terus Hidup

Tradisi Nahuwe hingga kini tetap lestari dan menjadi identitas budaya masyarakat Negeri Sepa. Di tengah modernisasi, nilai gotong royong dan kebersamaan masih terjaga kuat.

Tercatat, tahun ini terdapat lima calon jemaah haji dari Negeri Sepa. Mereka dijadwalkan mengikuti rangkaian tradisi lanjutan seperti salam-salaman, saling memaafkan, hingga ritual “kasi makan negeri” di Masjid Jami Silalouw.

Para jemaah akan tergabung dalam kloter 26 dan dijadwalkan masuk Asrama Haji Waiheru di Ambon pada 8 Mei 2026.

Sementara itu, total calon jemaah haji dari Provinsi Maluku tahun ini mencapai 587 orang yang terbagi dalam dua kloter. [*]