TANAH DATAR | KLIKGENZ.COM — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanah Datar sejak Selasa sore hingga malam (13/5/2026) menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah nagari.
Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Tanah Datar hingga Rabu siang, terdapat empat nagari dengan dampak bencana terbesar, yakni Nagari Padang Ganting, Nagari Saruaso, Nagari Taluak, dan Nagari Koto Tangah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanah Datar, Ermon Revlin mengatakan, di Nagari Padang Ganting terjadi luapan Batang Sungai Pagie yang memicu banjir dan longsor di beberapa titik.
“Longsor terjadi di dua titik Jalan Bukit Putuih dan satu titik di Jorong Koto Gadang Hilir. Selain itu, enam rumah warga di kawasan Simpang Kubu turut terdampak banjir,” ujarnya.
Sementara di Nagari Saruaso, puluhan rumah dan kedai dilaporkan terendam banjir. Di Jorong Saruaso Timur, delapan warga dievakuasi dan 18 rumah serta satu kedai terdampak.
Kemudian di Jorong Saruaso Utara, sebanyak 13 rumah dan satu kedai terdampak, sementara 23 kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa dilaporkan terisolasi. Mereka terdiri dari lansia, ibu hamil, balita, hingga bayi.
Kondisi serupa juga terjadi di Jorong Saruaso Barat dan Jorong Kubang Landai akibat meluapnya aliran sungai setelah hujan deras.
Di Nagari Taluak tepatnya kawasan Setangkai, satu rumah makan terendam banjir dan 12 kepala keluarga dengan total 51 jiwa harus diungsikan.
Selain itu, dua warung dan satu unit sepeda motor dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.
Sementara di Nagari Koto Tangah, petugas gabungan mengevakuasi dua warga lanjut usia guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Tanah Datar bersama tim gabungan yang terdiri dari BASARNAS, TNI, Polri, satgas nagari, dan relawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta pendataan wilayah terdampak.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor dan bantaran sungai.
Warga juga diminta terus memantau perkembangan cuaca, menghindari lokasi rawan bencana jika tidak ada keperluan mendesak, serta segera melapor kepada pihak terkait apabila menemukan tanda-tanda longsor maupun banjir. [*]











