JAKARTA | KLIKGENZ.COM — Di tengah derasnya arus informasi soal mudik Lebaran 2026 yang didominasi isu kemacetan, rekayasa lalu lintas, hingga pengamanan jalur, ada satu cerita yang kerap luput dari perhatian: kisah para pengemudi ojek online (ojol) saat merayakan Idulfitri.
Selama ini, ojol identik dengan tetap bekerja di hari libur, berburu orderan di tengah sepinya kota yang ditinggal pemudik. Namun di balik itu, tersimpan momen-momen sederhana hingga berkesan yang jarang terangkat ke permukaan.
Salah satu cerita datang dari sejumlah pengemudi ojol yang merasakan pengalaman berbeda di Lebaran tahun ini. Mereka berkesempatan menghadiri open house yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Bagi mereka, momen ini bukan sekadar menerima bantuan sembako, tetapi juga pengalaman emosional yang sulit dilupakan.
Sukma, salah satu pengemudi ojol, mengaku tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan Istana Kepresidenan.
“Senang, happy, susah diungkapkan. Yang pasti bangga,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Di usianya yang hampir 60 tahun, Sukma menyebut pengalaman tersebut sebagai momen langka yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
“Bangga, sebagai warga negara bangga. Sudah hampir 60 tahun, baru pertama kali masuk Istana Presiden,” katanya.
Informasi pembagian sembako itu ia dapat dari rekan sesama ojol. Tanpa ragu, ia langsung menuju lokasi, bukan hanya untuk mendapatkan bantuan, tetapi juga untuk bersilaturahmi di hari Lebaran.
“Ada kabar Bapak Presiden membagi sembako, jadi saya datang,” tuturnya.
Cerita serupa datang dari Abel, pengemudi ojol lainnya. Ia mengaku datang secara spontan setelah diajak rekannya saat melintas di sekitar lokasi.
“Baru pertama kali ke Istana, pas lewat diajak teman, akhirnya mampir,” ucap Abel.
Di balik kebahagiaan tersebut, para ojol juga menyimpan harapan besar. Mereka ingin kondisi ekonomi ke depan semakin baik, terutama bagi para pekerja sektor informal seperti mereka.
“Agar lebih baik, harga bisa terjangkau,” kata Sukma.
Sementara Abel berharap kesejahteraan para pengemudi ojol juga semakin meningkat.
“Semoga ke depan lebih baik, terutama bagi kita para ojol,” ujarnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa Lebaran bukan hanya tentang perjalanan pulang kampung atau kemacetan di jalan. Di sudut-sudut kota, ada cerita lain tentang harapan, kebahagiaan sederhana, dan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa. [*]












