PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM — Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak 2026 di Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat memasuki fase krusial. Saat ini, proses telah bergerak ke tahapan seleksi tambahan bagi nagari yang memiliki bakal calon lebih dari lima orang.
Seleksi tambahan tingkat kabupaten digelar selama dua hari, 24–25 April 2026. Hari pertama diisi dengan uji kompetensi melalui ujian tertulis, sementara hari kedua dilanjutkan dengan sesi wawancara mendalam terhadap para bakal calon.
Tahapan ini menjadi penyaring penting dalam menentukan kualitas kandidat yang akan maju sebagai calon wali nagari definitif.
Sebanyak delapan nagari mengikuti seleksi tambahan dengan total 55 bakal calon. Kegiatan dipusatkan di Aula Integritas Kantor Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman.
Seleksi tambahan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, yakni ketika jumlah bakal calon melebihi lima orang. Prosesnya meliputi tiga tahapan utama:
- Seleksi administratif di tingkat nagari
- Uji kompetensi di tingkat kabupaten
- Wawancara di tingkat kabupaten

Untuk menjamin objektivitas dan transparansi, panitia menggandeng tim independen dari kalangan akademisi lintas perguruan tinggi di Sumatera Barat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Padang Pariaman, Nurhayati, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 74 nagari telah menyelesaikan tahapan pendaftaran bakal calon wali nagari.
“Dari total tersebut, delapan nagari harus menjalani seleksi tambahan karena jumlah bakal calon melebihi ketentuan maksimal lima orang. Nantinya akan disaring menjadi lima calon yang berhak mengikuti tahapan berikutnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Pilwana serentak 2026 mengacu pada regulasi terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa (perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 2014) serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2026 yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
“Aturan ini mencakup masa jabatan kepala desa selama 8 tahun serta ketentuan perangkat desa yang maju wajib cuti atau mengundurkan diri,” tambahnya.
Nurhayati juga mengimbau seluruh pihak, mulai dari wali nagari incumbent, perangkat nagari, panitia, hingga calon peserta, untuk mematuhi regulasi yang berlaku.
Ia berharap Pilwana 2026 dapat berjalan demokratis, tertib, dan berintegritas.
“Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni 2026 dengan penuh kegembiraan dalam menentukan pemimpin di nagarinya,” tutup Nurhayati. [*]












