PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM —Event Pacu Kuda 2026 di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, sukses menjadi magnet wisata baru yang menyedot puluhan ribu pengunjung. Digelar di Lapangan Pacu Kuda Duku Banyak, Balah Aia, Kecamatan VII Koto Sungai Sarik pada 28–29 Maret 2026, ajang ini tak hanya menghadirkan adu cepat kuda, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya dan kuliner yang kuat.
Di era kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, pacu kuda kembali dihidupkan sebagai agenda tahunan daerah yang sempat “tertidur” puluhan tahun.
Kebangkitan tradisi ini menjadi simbol identitas masyarakat nagari, yang dulunya akrab dengan budaya beternak kuda pacu hingga menjadikan bendi sebagai alat transportasi utama.
Namun, bukan hanya lintasan pacu yang menyedot perhatian. Di balik gemuruh sorak penonton, geliat ekonomi masyarakat justru terasa kuat di deretan UMKM dan kuliner tradisional.
Es Tebak, Daya Tarik yang Bangkitkan Nostalgia
Salah satu yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah minuman legendaris, Es Tebak atau yang juga dikenal sebagai Es Katam.
Minuman khas Minangkabau ini menjadi primadona di tengah panasnya cuaca dan padatnya pengunjung. Es Tebak yang identik dengan warna merah ini menghadirkan sensasi rasa manis segar dari campuran cendol, tape, agar-agar, gula merah, dan es serut yang menjulang tinggi di dalam gelas.
Erni, salah seorang pedagang di sekitar tribun penonton, menyebutkan bahwa Es Tebak kini mulai jarang ditemui.
“Biasanya hanya ada di pasar tradisional dan itu pun saat hari pasar saja. Tapi di event ini, peminatnya sangat banyak,” ujarnya.
Keunikan lain dari Es Tebak adalah penggunaan bahan alami tanpa campuran kimia, menjadikannya tidak hanya lezat tetapi juga aman dikonsumsi.

UMKM dan Wisata Budaya Hidup Kembali
Sepanjang lokasi acara, ribuan stand UMKM berjajar rapi, mulai dari kuliner tradisional hingga produk lokal khas nagari. Antusiasme masyarakat terlihat meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, mengungkapkan bahwa sekitar 10.000 pengunjung memadati lokasi saat hari pembukaan.
Event ini juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal, di mana masyarakat merasakan langsung dampak dari sektor pariwisata berbasis budaya.
Selain itu, hiburan turut memeriahkan suasana dengan kehadiran penyanyi Minang, Fauzana, yang dijadwalkan tampil menghibur pengunjung.
Dorong Ekonomi hingga Parkir Warga
Tak hanya pelaku UMKM, masyarakat sekitar juga ikut merasakan dampak ekonomi, termasuk dari sektor parkir. Lahan rumah warga disulap menjadi area parkir dengan tarif terjangkau dan sistem karcis yang tertib.
Selama dua hari pelaksanaan, perputaran ekonomi terlihat signifikan, mulai dari pedagang kecil hingga pemuda nagari yang terlibat dalam pengelolaan event.
Catatan untuk Pengembangan Event
Meski sukses, pelaksanaan Pacu Kuda 2026 masih menyisakan sejumlah catatan. Penataan jalur pedestrian, penambahan pintu akses, hingga penyediaan denah lokasi dinilai perlu ditingkatkan agar pengunjung lebih nyaman menjelajahi area.
Selain itu, profesionalitas pembawa acara dan pengisian panggung hiburan sepanjang event juga menjadi perhatian agar suasana tetap hidup dari awal hingga akhir. [*]












