HeadlineNews

Puncak Mudik 18 Maret 2026, Lintas Sumatera Memanas: Riau–Sumbar Kritis, Riau–Jambi Mulai Turun

Redaksi
×

Puncak Mudik 18 Maret 2026, Lintas Sumatera Memanas: Riau–Sumbar Kritis, Riau–Jambi Mulai Turun

Sebarkan artikel ini

Arus kendaraan meningkat tajam di tiga jalur utama Sumatera, pola gelombang mudik mulai terlihat, risiko kecelakaan mengintai.

■ Ilustrasi arus mudik dari Riau. Foto: klikgenz.com/Create by AI

PEKANBARU | KLIKGENZ.COM — Jalan lintas Sumatera hari ini seperti dipaksa berlari lebih cepat dari biasanya.

Sejak Rabu pagi (18/3/2026), arus kendaraan dari Pekanbaru menuju berbagai arah Sumatera BaratJambi, hingga Sumatera Utara melonjak tajam. Mesin meraung tanpa jeda, lampu menyala sepanjang hari, dan satu tujuan menyatukan semuanya: pulang kampung sebelum terlambat.

Ini bukan sekadar ramai. Ini titik genting.

Secara nasional, Dudy Purwagandhi telah memprediksi 18 Maret sebagai puncak arus mudik Lebaran 2026. Apa yang terjadi di lapangan hari ini mengonfirmasi hal tersebut arus tidak berhenti, hanya melambat.

Riau–Jambi: Puncak Sudah Lewat, Tekanan Masih Terasa

Di jalur lintas timur menuju Jambi, kendaraan masih bergerak relatif stabil. Namun angka di lapangan menunjukkan tekanan belum sepenuhnya hilang.

Volume kendaraan berkisar 500 hingga 700 unit per jam, didominasi mobil pribadi dari arah Jambi. Kapospam Sekernan Polres Muaro Jambi, Kandardin, menyebut kondisi masih terkendali.

“Sekitar 500 sampai 700 kendaraan per jam, masih lancar,” ujarnya.

Namun data kepolisian mengungkap fakta lain: puncak arus di jalur ini justru sudah terjadi pada 16–17 Maret, dengan lonjakan hingga 2.000 kendaraan per jam.

Artinya, hari ini adalah sisa gelombang. Tidak lagi meledak, tapi masih menyisakan tekanan panjang. Kelelahan pengendara kini menjadi ancaman paling nyata.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Tiadakan One Way Padang–Bukittinggi Saat Lebaran 2026, Jalur Lembah Anai Dibuka 24 Jam

Riau–Sumbar: Hari Ini Titik Paling Kritis

Berbeda dengan Jambi, jalur lintas tengah menuju Sumatera Barat justru berada di fase paling panas.

Perbatasan Riau–Sumbar diprediksi mencapai puncak tepat hari ini.

Kasat Lantas Polres Limapuluh Kota, Zarwiko Irzal, memastikan langkah antisipasi sudah dilakukan.

“Personel lantas kami jadikan tim urai kemacetan,” katanya.

Puluhan personel disiagakan di titik rawan seperti Kelok 9, Simpang Tanjung Pati, hingga kawasan Harau.

Di lapangan, tekanan mulai terasa nyata. Kecepatan kendaraan menurun, jarak antar mobil menyempit, dan tikungan panjang berubah menjadi antrean pelan.

Hari ini bukan sekadar puncak ini pintu masuk menuju lonjakan berikutnya.

Riau–Sumut: Gelombang Datang Bertahap

Di jalur menuju Sumatera Utara, pola arus bergerak berbeda.

Tekanan tidak muncul tiba-tiba, melainkan datang bertahap dari utara. Arus kendaraan dari Medan hingga Banda Aceh mulai turun ke jalur lintas Sumatera, menciptakan efek berantai di titik pertemuan.

Belum ada kemacetan panjang, namun kepadatan mulai terasa di simpul-simpul jalur.

Fenomena ini seperti gelombang tidak selalu terlihat di satu titik, tapi terasa di sepanjang perjalanan.

Fase Paling Menipu di Jalan

Jika dilihat sekilas, kondisi masih terkendali. Tidak ada macet total, tidak ada antrean puluhan kilometer.

Baca Juga  Bupati Agam Tinjau Jalan Alternatif Malalak, Target Roda Empat Bisa Lewat Jelang Lebaran

Namun di balik itu, ada fase yang paling berbahaya.

Kendaraan terus bergerak, tapi tidak lagi leluasa. Kecepatan tidak stabil, jarak semakin sempit, dan kelelahan mulai menggerus konsentrasi.

Di titik inilah kecelakaan sering terjadi.

Imbauan: Pelan, Sabar, dan Berhenti Saat Lelah

Petugas terus mengingatkan hal sederhana yang kerap diabaikan.

“Kalau lelah, istirahat di pos yang tersedia,” ujar Kandardin.

Sementara Zarwiko memberi peringatan khusus di jalur rawan seperti Kelok 9.

“Jangan berhenti di badan jalan,” tegasnya.

Dua Gelombang Besar Mudik 2026

Jika ditarik lebih luas, arus mudik tahun ini tidak bergerak dalam satu puncak tunggal.

Gelombang pertama terjadi pada 14–15 Maret, diisi pemudik awal.
Gelombang kedua yang menjadi puncak tertinggi terjadi pada 18–19 Maret.

Dan hari ini, 18 Maret 2026, berada tepat di jantung gelombang kedua.

Lintas Sumatera pun bergerak dalam ritme yang sama:
Riau–Jambi mulai turun,
Riau–Sumbar berada di titik panas,
Riau–Sumut mulai terimbas gelombang.

Satu hal yang pasti di musim mudik seperti ini, jalan lintas Sumatera tidak pernah benar-benar tidur. [*]

Sumber: