News

Pecalang, Garda Sunyi Penjaga Bali Saat Nyepi: Tegas Tanpa Senjata, Humanis Tanpa Suara

Redaksi
×

Pecalang, Garda Sunyi Penjaga Bali Saat Nyepi: Tegas Tanpa Senjata, Humanis Tanpa Suara

Sebarkan artikel ini

Di balik sunyinya Hari Raya Nyepi, pecalang hadir sebagai penjaga ketertiban yang memastikan seluruh Bali tetap kondusif selama 24 jam penuh.

■ Puluhan ribu pecalang diterjunkan untuk mengamankan Rangkaian Hari Suci Nyepi 1947 Saka di Bali. (Foto: RRI Denpasar/Ayu Rini)

BALI | KLIKGENZ.COM – Di balik sunyinya Pulau Dewata saat Hari Raya Nyepi, ada sosok yang tetap siaga menjaga ketertiban. Mereka adalah pecalang—garda terdepan keamanan adat yang bekerja dalam diam, namun penuh tanggung jawab.

Saat seluruh aktivitas berhenti total selama 24 jam, pecalang justru menjadi satu-satunya pihak yang terlihat berpatroli di luar rumah. Dengan pakaian adat khas, mereka menyusuri jalanan yang lengang untuk memastikan seluruh masyarakat mematuhi aturan.

Mengacu pada informasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, selama Nyepi umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian. Empat pantangan ini meliputi tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, serta tidak menikmati hiburan.

Baca Juga  Dukcapil Ingatkan Orang Tua: Jangan Asal Beri Nama Anak, Ini Aturannya

Di sinilah peran pecalang menjadi sangat krusial.

Tak hanya saat hari H, tugas mereka sudah dimulai jauh sebelumnya. Pecalang mengawal berbagai rangkaian ritual sakral seperti Melasti dan Pengerupukan agar berlangsung tertib dan sesuai adat.

Memasuki Nyepi, mereka bertugas memastikan seluruh aturan dijalankan tanpa pengecualian. Namun menariknya, pendekatan yang digunakan bukan semata-mata penegakan aturan, melainkan juga sentuhan humanis. Teguran disampaikan dengan sopan, tetapi tetap tegas.

Suasana Bali yang biasanya ramai mendadak berubah total. Jalanan kosong, bandara ditutup, dan aktivitas publik berhenti sepenuhnya. Dalam kondisi ini, kehadiran pecalang menjadi simbol bahwa ketertiban tidak selalu harus ditegakkan dengan kekuatan, tetapi bisa melalui kesadaran dan nilai adat.

Baca Juga  FLASH: Pemko Padang - KEITI Korea Selatan Kerjasama Energi Terbarukan dari Sampah

Lebih dari sekadar petugas keamanan, pecalang adalah representasi harmoni antara budaya, agama, dan kehidupan sosial masyarakat Bali. Mereka menjaga bukan hanya ketertiban, tetapi juga makna sakral dari Nyepi itu sendiri. [*]