YOGYAKARTA | KLIKGENZ.COM — Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas Ahmad Dahlan merilis hasil Survei Nasional bertajuk “Muhammadiyah di Mata Anak Muda” yang menunjukkan dukungan kuat generasi muda terhadap gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dalam survei tersebut, sebanyak 82,9 persen responden menyatakan setuju terhadap KHGT yang diinisiasi oleh Muhammadiyah.
Sementara itu, 11,7 persen responden mengaku belum mengetahui, dan hanya 5,4 persen yang menyatakan tidak setuju.
Tantangan Ada di Edukasi
Kepala PSKP UAD, Azaki Khoirudin, menyebut angka responden yang belum mengetahui KHGT lebih besar dibandingkan yang menolak.
“Ini menunjukkan bahwa tantangan ke depan adalah edukasi, bukan penolakan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Anak Muda Jenuh Perbedaan Lebaran
Menurut Azaki, hasil survei ini mencerminkan kecenderungan generasi muda yang menginginkan kepastian dalam penentuan awal Ramadan dan Idulfitri.
Perbedaan penetapan hari besar Islam yang terjadi hampir setiap tahun dinilai mulai tidak relevan bagi kalangan muda.
“Anak muda tampaknya sudah jenuh dengan perdebatan penentuan Lebaran. KHGT dianggap sebagai solusi,” tegasnya.
Sains dan Agama Jadi Daya Tarik
Pendekatan KHGT yang menggabungkan dalil keagamaan dengan sains astronomi modern dinilai selaras dengan karakter generasi Z dan milenial.
Model ini menawarkan:
- Kepastian waktu ibadah
- Sistem kalender global yang terintegrasi
- Pendekatan rasional berbasis ilmu pengetahuan
Sinyal Positif untuk Pembaruan
Tingginya dukungan ini menjadi sinyal positif bagi Muhammadiyah dalam mendorong reformasi sistem kalender Islam yang lebih modern dan seragam secara global.
“KHGT menjadi solusi modern atas persoalan klasik umat,” pungkas Azaki. [*muhammadiyah.or.id]












