PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat konsolidasi demokrasi sebagai langkah strategis mempersiapkan generasi pemilih menuju Pemilu 2029. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun kerja sama dan edukasi demokrasi di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Padang Pariaman.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman, Azwar Mardin, saat melakukan kunjungan dan konsolidasi demokrasi di SMA Negeri 1 Sungai Geringging, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi Kasubag SDM dan staf teknis Bawaslu Padang Pariaman.
Menurut Azwar Mardin, pemilih pemula akan menjadi kelompok yang memiliki jumlah signifikan pada Pemilu 2029. Oleh karena itu, pendidikan politik dan demokrasi sejak dini perlu terus diperkuat agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya menjaga kualitas demokrasi.
“Pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang akan didominasi oleh Generasi Z yang tumbuh dan berkembang di era digital. Mereka memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai agen pengawasan partisipatif dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujar Azwar.
Ia menjelaskan, melalui program konsolidasi demokrasi di lingkungan sekolah, Bawaslu ingin mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki keberanian untuk menolak berbagai praktik yang dapat merusak demokrasi.

“Generasi Z harus menjadi pelopor dalam menolak politik uang, cerdas menyaring informasi untuk melawan disinformasi dan hoaks pemilu, serta tidak mudah terpengaruh oleh black campaign yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala SMA Negeri 1 Sungai Geringging, Sunarto, menyambut baik kunjungan dan program yang digagas Bawaslu Padang Pariaman. Menurutnya, pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah sangat penting dalam membentuk karakter siswa sebagai warga negara yang bertanggung jawab.
“Kami menyambut baik program Bawaslu Padang Pariaman. Konsolidasi demokrasi di kalangan siswa dan siswi akan semakin memperkuat pemahaman mereka tentang demokrasi serta menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah,” katanya.
Sunarto menambahkan, nilai-nilai demokrasi sejatinya telah mulai diterapkan di lingkungan sekolah melalui berbagai kegiatan, salah satunya pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang dilaksanakan secara demokratis.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Padang Pariaman berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara lembaga pengawas pemilu dan dunia pendidikan dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.
Azwar Mardin menegaskan, demokrasi yang berkualitas membutuhkan pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Karena itu, pembinaan terhadap pemilih pemula harus menjadi investasi bersama dalam menyiapkan masa depan demokrasi Indonesia.
“Mari bersama mempersiapkan Generasi Z sebagai garda terdepan dalam mengawal Pemilu 2029 yang jujur, adil, dan bermartabat,” pungkasnya. [*]











