JAKARTA — Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka selama hampir dua jam menjadi sorotan publik. Selain penuh keakraban, pertemuan tersebut juga membahas isu strategis, mulai dari geopolitik global hingga masa depan bangsa.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, kedua tokoh nasional itu saling bertukar pandangan serta pengalaman dalam memimpin negara.
“Hampir kurang lebih dua jam, banyak yang didiskusikan. Banyak saling bertukar pandangan, karena bagaimanapun Ibu Mega pernah menjadi wakil presiden dan presiden, tentu memiliki pengalaman,” ujar Prasetyo, Sabtu (21/3/2026).
Menurutnya, setiap pemimpin memiliki tantangan berbeda di masanya. Karena itu, Presiden Prabowo disebut terbuka menerima berbagai masukan demi kemajuan Indonesia.
Bahas Geopolitik Global
Salah satu topik penting dalam pertemuan tersebut adalah isu geopolitik global. Namun, pihak istana tidak merinci secara detail substansi pembahasan.
“Iya, (membahas) geopolitik,” kata Prasetyo singkat.
Pertemuan ini dinilai strategis mengingat dinamika global yang terus berkembang dan berdampak langsung terhadap kebijakan nasional.
Suasana Akrab, Disebut “Teman Lama”
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Bahkan, menurutnya, Megawati menyebut pertemuan tersebut sebagai silaturahmi antara “teman lama”.
“Ibu Megawati menyampaikan itu sebagai pertemuan teman lama. Suasananya sangat akrab,” kata Hasto.
Tak sekadar nostalgia, pertemuan juga membahas berbagai persoalan strategis bangsa ke depan.
Simbol Gotong Royong Politik
Hasto menilai, pertemuan ini mencerminkan jati diri bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi dialog, persatuan, dan gotong royong.
“Ini menunjukkan bahwa kita mengedepankan dialog dan dedikasi untuk masa depan bangsa yang lebih baik,” ujarnya.
Spirit Lebaran dan Persaudaraan
Dalam konteks momentum Idulfitri, Hasto juga menekankan pentingnya semangat persaudaraan yang menjadi nilai utama.
Menurutnya, tradisi silaturahmi dan halalbihalal yang diwariskan Soekarno menjadi fondasi kuat dalam menjaga persatuan bangsa.
“Semangat Lebaran adalah semangat maaf-memaafkan dan persaudaraan yang universal,” tuturnya.
Lebih dari Sekadar Pertemuan Politik
Pertemuan Prabowo dan Megawati tak hanya dimaknai sebagai agenda kenegaraan, tetapi juga simbol rekonsiliasi dan komunikasi antar tokoh bangsa di tengah dinamika politik nasional.
Di tengah tantangan global dan domestik, sinyal kebersamaan ini dinilai menjadi pesan kuat bahwa stabilitas dan kolaborasi tetap menjadi kunci utama arah masa depan Indonesia. [*]












