Lima Puluh Kota

Harga Gambir Anjlok, Warga Kapur IX Beralih Jadi Pendulang Emas

Redaksi
×

Harga Gambir Anjlok, Warga Kapur IX Beralih Jadi Pendulang Emas

Sebarkan artikel ini

Ekonomi tertekan, warga Galugua manfaatkan Batang Kampar untuk mencari emas secara tradisional

■ Warga Nagari Galugua ramai-ramai mendulang emas secara tradisional di aliran Batang Kampar, sebagai alternatif penghasilan akibat anjloknya harga gambir.[foto: tangakapan layar video payakumbuh kini]

LIMAPULUH KOTA | KLIKGENZ.COM — Anjloknya harga komoditas gambir membuat warga di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, beralih profesi secara massal.

Kini, masyarakat setempat ramai-ramai mencari butiran emas secara tradisional atau mandulang di aliran Batang Kampar yang membentang di wilayah tersebut.

Dengan peralatan seadanya, warga memanfaatkan potensi alam yang ada demi bertahan di tengah tekanan ekonomi akibat turunnya harga gambir yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama.

Salah seorang warga menyebut, aktivitas mandulang emas ini sangat membantu perekonomian keluarga mereka.

Baca Juga  Sikueh yang Mambangkik Batang Tarandam: Kisah Yusneti dari Pisang Rebus ke Jalan Beraspal

“Alhamdulillah, walaupun sedikit, emas ini bisa membantu kebutuhan sehari-hari. Apalagi harga gambir sekarang sangat murah,” ujarnya.

Fenomena ini tak hanya melibatkan orang dewasa, tetapi juga remaja hingga anak-anak yang turut turun ke pinggir sungai untuk mencari butiran emas secara manual.

Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat beradaptasi di tengah sulitnya ekonomi, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka.

■ Sejumlah warga menggunakan alat sederhana untuk mencari butiran emas di pinggir Batang Kampar demi memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. [Foto :Tangkapan layar video payakumbuh kini]

Namun, aktivitas ini juga memunculkan kekhawatiran, terutama terkait keselamatan warga serta potensi eksploitasi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga  CFN Simpang Tabuik Pariaman 2026 Diserbu Ribuan Warga, UMKM Raup Omzet Tinggi

Situasi ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi jangka panjang, baik dalam stabilisasi harga komoditas gambir maupun pengembangan alternatif ekonomi masyarakat. [*]