News

BMKG Peringatkan Tekanan Rendah di Laut Banda Picu Cuaca Ekstrem hingga 10 April 2026

Redaksi
×

BMKG Peringatkan Tekanan Rendah di Laut Banda Picu Cuaca Ekstrem hingga 10 April 2026

Sebarkan artikel ini

Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Indonesia Timur hingga NTB

PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait terbentuknya sistem tekanan rendah di sekitar Laut Banda, Maluku Selatan sejak Sabtu (4/4/2026).

Fenomena ini diperkirakan dapat memicu peningkatan curah hujan disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia hingga 10 April 2026.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Nusa Tenggara Timur, Maluku Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Bahkan, dampaknya juga diperkirakan dapat meluas hingga Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga  Wako Padang Panjang Tekankan Musrenbang Ganting Fokus Ketahanan Pangan dan UMKM

Potensi Bencana Hidrometeorologi

BMKG menyebutkan bahwa keberadaan tekanan rendah ini dapat meningkatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang.

Kondisi ini juga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga gelombang tinggi di wilayah perairan.

Imbauan kepada Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah terdampak, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara cepat.

Beberapa langkah antisipasi yang disarankan antara lain:

  • Menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem
  • Tidak melakukan aktivitas pelayaran saat kondisi laut buruk
  • Waspada terhadap potensi banjir dan longsor di daerah rawan
  • Selalu memantau informasi resmi dari BMKG
Baca Juga  Padang Pariaman Anggarkan Rp90 Miliar untuk Infrastruktur 2026, Fokus Jalan, Jembatan dan Irigasi

Pantau Informasi Resmi

BMKG juga meminta masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi guna menghindari informasi yang tidak valid.

Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem ini, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan. [*]