TANAH DATAR | KLIKGENZ.COM – Kegiatan retreat Wali Nagari se-Kabupaten Tanah Datar resmi digelar di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri Sumatera Barat, Baso, Kabupaten Agam, Senin (6/4/2026).
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyebut kegiatan ini sebagai program prioritas untuk menyiapkan pemimpin nagari yang tangguh, profesional, dan berintegritas.
“Hari ini adalah hari yang sangat kami tunggu. Retreat ini akan memberikan tambahan ilmu, wawasan, serta pengalaman berharga bagi para wali nagari,” ujar Eka Putra.
Dua Fokus Utama: Kapasitas dan Pelayanan Publik
Rektor IPDN, Khalilul Khiri, menjelaskan bahwa terdapat dua tujuan utama dalam pelaksanaan retreat ini.
Pertama, peningkatan kapasitas pengelolaan pemerintahan nagari, baik dari sisi kebijakan maupun administratif. Kedua, peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk dalam menjawab persoalan di nagari seperti pengelolaan sampah.
Menurutnya, dalam aspek administrasi, khususnya pengelolaan keuangan, masih sering terjadi penyimpangan yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman.
“Melalui retreat ini, para wali nagari diharapkan memahami secara jelas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam tata kelola pemerintahan,” tegasnya.
Tinggalkan Praktik Lama, Bangun Tata Kelola Transparan
Khalilul menekankan pentingnya meninggalkan praktik lama yang tidak sesuai aturan, terutama dalam pengelolaan keuangan yang tidak transparan.
Ia berharap, sepulang dari kegiatan ini para wali nagari telah memahami prinsip dasar tata kelola keuangan yang baik serta mampu menerapkannya di wilayah masing-masing.
Sampah Jadi Isu Prioritas
Dalam peningkatan pelayanan publik, persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama. IPDN saat ini tengah mengembangkan konsep pengelolaan sampah berbasis daerah melalui program pengabdian masyarakat.
Program tersebut telah dijalankan di Kabupaten Sumedang sebagai proyek percontohan dan berpotensi diterapkan di daerah lain, termasuk Tanah Datar.
Bangun Kepemimpinan Berbasis Global
IPDN juga terus berbenah menuju standar internasional, termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris praja.
“Kami ingin mencetak lulusan dengan prinsip ‘think globally, act locally’, sehingga mampu menyelesaikan persoalan daerah dengan pendekatan global namun tetap berbasis kearifan lokal,” ujar Khalilul.

74 Wali Nagari Ikuti Retret
Dari total 75 wali nagari di Tanah Datar, sebanyak 74 orang mengikuti kegiatan retreat ini, sementara satu orang berhalangan hadir karena sakit.
Eka Putra mengapresiasi semangat peserta, termasuk wali nagari yang tetap hadir meski dalam kondisi terbatas.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta menghindari ego sektoral dalam menjalankan pemerintahan nagari.
Latih Disiplin dan Kesabaran
Selain materi kepemimpinan, peserta juga dilatih kedisiplinan dan kesabaran melalui berbagai aktivitas, termasuk aturan ketat dalam kegiatan sehari-hari selama retreat.
“Semua proses ini adalah bagian dari pembelajaran untuk membentuk karakter pemimpin yang disiplin dan tangguh,” ujar Eka Putra. [*]











