GenzCornerSumbar

Kintani Putri Medya, Diva Pop Minang Asal Payakumbuh yang Sukses Menembus Panggung Musik Nasional

Redaksi
×

Kintani Putri Medya, Diva Pop Minang Asal Payakumbuh yang Sukses Menembus Panggung Musik Nasional

Sebarkan artikel ini

Lulusan S1 Kesehatan Masyarakat ini berhasil membawa musik Minang modern hingga tampil di Pestapora dan menjadi idola generasi muda Indonesia.

Foto Istimewa

Dari Kota Payakumbuh hingga Pestapora, perjalanan Kintani Putri Medya membuktikan bahwa pendidikan dan karier musik dapat berjalan beriringan.

PAYAKUMBUH | KLIKGENZ.COM– Di tengah derasnya arus musik modern dan persaingan industri hiburan yang semakin ketat, nama Kintani Putri Medya berhasil menjelma menjadi salah satu ikon musik Minang yang diperhitungkan di tingkat nasional.

Perempuan kelahiran Tiakar, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, 18 Januari 1997 itu bukan hanya dikenal sebagai penyanyi pop Minang dengan jutaan pendengar, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pendidikan dan karier dapat dibangun secara seimbang.

Pemilik nama lengkap Rahmi Kintani Putri Medya yang akrab disapa Tatan tersebut mengawali perjalanan hidupnya di Kota Payakumbuh sebelum merantau ke Kota Padang untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Di balik popularitas yang kini diraihnya, perjalanan Kintani tidak selalu mudah. Saat masih menjadi mahasiswa, ia harus membagi waktu antara aktivitas rekaman, jadwal tampil di berbagai daerah, dan kewajiban akademik yang tidak bisa ditinggalkan.

Ketekunan dan disiplin yang dijalaninya selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2022, Kintani berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (S1) dari Universitas Baiturrahmah Padang.

Kesuksesan akademik tersebut menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tidak harus menjadi penghalang bagi seseorang yang ingin meniti karier di industri kreatif.

Awal Karier yang Mengubah Hidup

Nama Kintani mulai dikenal luas sejak tahun 2016 ketika dirinya merilis album perdana bertajuk “Uda Sayang”. Album tersebut menjadi titik awal yang mengubah perjalanan hidupnya sekaligus membuka jalan menuju industri musik yang lebih luas.

Baca Juga  UMKM Rendang Sumbar Tumbuh Positif, Pemerintah Dorong Ekspor Bumbu Rendang

Karakter vokalnya yang lembut namun memiliki kekuatan emosional menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar musik Minang.

Sejumlah lagu yang dibawakannya seperti “Gamang Diseso Mimpi”, “Hati Nan Cabiak”, dan “Cinto Sapasukuan” berhasil mendapat tempat di hati masyarakat.

Tak hanya populer di Sumatera Barat, lagu-lagu tersebut juga menjadi favorit masyarakat perantauan yang rindu akan kampung halaman dan budaya Minangkabau.

Seiring meningkatnya popularitas, Kintani mulai dipercaya bekerja sama dengan berbagai label musik dan produser ternama di ranah musik Minang.

Foto Istimewa

Membawa Musik Minang ke Generasi Baru

Salah satu kekuatan terbesar Kintani adalah kemampuannya menghadirkan musik Minang dengan kemasan yang lebih segar dan relevan bagi generasi muda.

Di tengah dominasi musik populer nasional dan internasional, ia tetap konsisten membawakan lagu berbahasa daerah tanpa kehilangan sentuhan modern.

Melalui platform digital dan media sosial, karya-karyanya mampu menjangkau kalangan milenial hingga Generasi Z yang sebelumnya tidak terlalu dekat dengan musik tradisional.

Peran tersebut menjadikan Kintani bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga duta budaya yang memperkenalkan identitas Minangkabau kepada audiens yang lebih luas.

Baca Juga  Presiden Prabowo Tinjau Perbaikan Jalan Lembah Anai, Pastikan Pemulihan Pascabencana

Bersinar di Pestapora 2023

Puncak pengakuan terhadap kiprahnya di panggung nasional terlihat saat Kintani tampil dalam Festival Musik Pestapora 2023.

Pada ajang musik independen terbesar di Indonesia tersebut, ia tampil bersama dua musisi Sumatera Barat lainnya, yakni Ipank dan Ratu Sikumbang.

Sebagai penampil di Hingar Bingar Stage, Kintani berhasil memukau ribuan penonton dengan sejumlah lagu andalannya seperti “Cangguang”, “Gamang Bamimpi”, dan “Cinto Apo Adonyo”.

Penampilan itu menjadi momentum penting yang menunjukkan bahwa musik Minang mampu diterima dan dinikmati oleh penonton lintas daerah dan generasi.

Malam itu ditutup secara meriah melalui penampilan kolaboratif yang membawakan lagu legendaris “Ayam Den Lapeh”, salah satu karya budaya Minangkabau yang telah dikenal luas di Indonesia.

Foto Istimewa

Tetap Berkarya dan Menginspirasi

Kini, di tengah kesibukannya sebagai seorang ibu, Kintani Putri Medya tetap aktif berkarya dan menghasilkan lagu-lagu baru.

Konsistensinya dalam menjaga kualitas karya sekaligus mempertahankan identitas budaya menjadikannya salah satu figur penting dalam perkembangan musik Minang modern.

Perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda bahwa kesuksesan dapat diraih tanpa harus meninggalkan pendidikan maupun akar budaya.

Dari Payakumbuh hingga panggung musik nasional, Kintani Putri Medya membuktikan bahwa musik daerah memiliki masa depan yang cerah ketika dipadukan dengan kreativitas, kerja keras, dan kecintaan terhadap budaya sendiri. [*]