NewsPadang

Padang Siapkan PLTSa, Ubah 800 Ton Sampah per Hari Jadi Energi

Redaksi
×

Padang Siapkan PLTSa, Ubah 800 Ton Sampah per Hari Jadi Energi

Sebarkan artikel ini

Didukung pemerintah pusat dan investasi nasional, proyek ini ditargetkan jadi solusi regional pengelolaan sampah

PADANG | KLIKGENZ.COM — Di tengah tekanan volume sampah yang terus meningkat, Pemerintah Kota Padang mulai mengambil langkah besar: mengubah persoalan menjadi peluang energi.

Melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), kota ini menargetkan transformasi pengelolaan sampah dari sekadar penimbunan menjadi sumber energi berkelanjutan.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyebut volume sampah harian di kota tersebut telah mencapai 700 hingga 800 ton. Dari jumlah itu, sekitar 70 persen masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa pengolahan lanjutan.

“Potensi yang bisa kita olah sekitar 450 hingga 500 ton per hari. Ini tidak hanya untuk Padang, tetapi juga bisa menjadi solusi regional bagi daerah sekitar,” ujar Fadly.

Dari Beban Lingkungan Jadi Sumber Energi

Proyek PLTSa yang dirancang tidak hanya menyasar kebutuhan lokal, tetapi juga diarahkan sebagai pusat pengolahan sampah regional yang melayani kota-kota sekitar seperti Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, hingga Solok.

Baca Juga  Minggu Depan THR Pensiunan PNS Cair, Segini Besarannya!

Langkah ini sekaligus menjawab keterbatasan lahan TPA yang kian mendesak di kota-kota besar.

Direktur di Kementerian Lingkungan Hidup, Tulus Laksono, menegaskan bahwa perubahan paradigma pengelolaan sampah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

“Dari sanitary landfill ke pengolahan bernilai ekonomi. Sampah harus menjadi energi,” ujarnya.

Skema Investasi Nasional dan Dukungan Pusat

Proyek ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah pusat mendorong percepatan melalui skema investasi strategis nasional yang melibatkan Danantara.

Pendanaan direncanakan mencapai 100 persen dari lembaga tersebut, dengan pengelola proyek dipilih berdasarkan rekam jejak teknologi yang telah terbukti.

Menariknya, proyek ini juga masuk dalam daftar prioritas nasional yang didorong langsung oleh Presiden untuk segera direalisasikan.

Teknologi Ganda: RDF dan PLTSa

Dalam kajian kelayakan, Pemko Padang tidak hanya mengandalkan satu teknologi. Dua pendekatan—RDF (Refuse Derived Fuel) dan PLTSa—akan dikombinasikan.

Strategi ini dinilai mampu mengolah seluruh volume sampah harian secara optimal, sekaligus meningkatkan efisiensi sistem pengelolaan.

Baca Juga  Komisi III DPRD Padang Pariaman Dukung Usulan Anggaran OPD Pemkab, Terutama Publikasi Media!

Lahan Disiapkan, Investor Mulai Melirik

Sebagai langkah konkret, Pemko Padang tengah memproses pembebasan lahan belasan hektare di kawasan Air Dingin untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Minat investor pun mulai berdatangan. Salah satunya dari pihak Medco yang melihat potensi besar proyek ini, terutama dengan rekam jejak investasi energi di Sumatera Barat.

Menuju Kota Bersih Berkelanjutan

Langkah ini sejalan dengan capaian Kota Padang yang kini masuk peringkat ke-8 nasional dalam kategori “Menuju Kota Bersih”.

Dengan hadirnya PLTSa, pemerintah kota optimistis tidak hanya mampu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dan daya saing daerah.

Koordinasi lintas kementerian saat ini terus dipercepat, terutama untuk sinkronisasi anggaran dan pemenuhan desain teknis, agar pembangunan fasilitas di TPA Air Dingin segera dimulai.

Di titik ini, Padang tidak lagi sekadar mengelola sampah tetapi mulai menata masa depan energinya. [*]