PolitikTren

Jeffrie Geovanie: PSI Tinggalkan Citra Partai Elitis, Siap Bertarung di Pemilu

Redaksi
×

Jeffrie Geovanie: PSI Tinggalkan Citra Partai Elitis, Siap Bertarung di Pemilu

Sebarkan artikel ini

Rakernas perdana di Makassar menandai transformasi PSI menjadi partai inklusif dan siap bertarung di pemilu nasional

Pendiri PSI Jeffrie Geovanie (kanan) saat ditemui di Rakernas perdana PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

MAKASSAR | KLIKGENZ — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan langkah transformasi besar menuju partai politik yang lebih matang, terbuka, dan siap bersaing di pemilu nasional. Pendiri PSI, Jeffrie Geovanie, menyebut partainya kini memasuki fase baru setelah kehadiran Ahmad Ali sebagai Ketua Harian.

Pernyataan tersebut disampaikan Jeffrie saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana PSI yang digelar di Makassar, Kamis (29/1/2026). Menurutnya, kehadiran Ahmad Ali membawa energi segar yang mengubah wajah PSI dari sekadar partai gagasan menjadi organisasi politik yang utuh dan siap bertarung.

“Sekarang saya merasakan PSI jauh lebih lengkap. Bukan hanya kuat di wacana, tapi sudah siap secara struktur dan strategi menghadapi pemilu,” ujar Jeffrie.

Tinggalkan Stigma Partai “Wangi-wangi”

Jeffrie secara terbuka mengakui bahwa PSI selama ini kerap dipersepsikan sebagai partai dengan basis pendukung terbatas. Bahkan, ia menyebut PSI pernah dicap sebagai partai yang hanya dekat dengan kelompok tertentu.

“Label PSI sebagai partai ‘wangi-wangi’, partai yang hanya disukai segmen tertentu, itu harus kita akhiri hari ini,” tegasnya.

Menurut Jeffrie, politik Indonesia membutuhkan partai yang inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, bukan partai yang nyaman di ruang elitis.

Baca Juga  Saat Bencana Menguji Empati: Pentingnya Bantuan Tepat Sasaran bagi Korban Banjir dan Longsor

PSI Harus Jadi Rumah Bersama

Dalam pidatonya, Jeffrie juga mengutip pandangan Ahmad Ali yang menekankan pentingnya menjadikan PSI sebagai rumah politik bersama. Ia menilai pesan tersebut sejalan dengan arah baru yang ingin dibangun PSI.

“PSI tidak boleh eksklusif. Politik kita terlalu luas dan kompleks untuk dikelola secara sempit,” kata Jeffrie.

Ia menambahkan, keterbukaan dan keberanian meninggalkan pola lama menjadi kunci agar PSI dapat tumbuh sebagai kekuatan politik yang relevan dan dipercaya publik.

Baca Juga  Pemohon Cabut Gugatan Uji Formil UU Polri di MK, Mahkamah Akan Putuskan Lewat RPH

“Jodoh Politik” karena Kekecewaan yang Sama

Jeffrie turut mengungkap obrolan personalnya dengan Ahmad Ali. Keduanya mengaku memiliki pengalaman serupa: kekecewaan terhadap praktik politik lama yang tidak sepenuhnya berpihak pada rakyat.

“Kami sama-sama pernah kecewa dengan politik lama. Dari situ saya yakin, pertemuan ini adalah jodoh politik,” ungkapnya.

Ia optimistis, pertemuan gagasan dan pengalaman tersebut akan menjadi fondasi kuat bagi PSI untuk berkembang sebagai partai modern yang bekerja nyata.

“PSI punya peluang besar menjadi partai terbaik di republik ini. Bukan karena siapa tokohnya, tapi karena keberanian kita membangun partai yang terbuka dan benar-benar bekerja untuk rakyat,” tutup Jeffrie. [*]

Sumber: kompas.com