NewsPolitik

Kades Purwasaba Banjarnegara Dikeroyok Massa Saat Demo Tolak Hasil Seleksi Perangkat Desa

Redaksi
×

Kades Purwasaba Banjarnegara Dikeroyok Massa Saat Demo Tolak Hasil Seleksi Perangkat Desa

Sebarkan artikel ini

Demo ratusan anggota LSM di Balai Desa Purwasaba berujung ricuh, Kepala Desa Hoho Alkaf diserang massa saat hendak meninggalkan lokasi.

■ Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho alias Hoho Alkaf, menjadi korban pengeroyokan massa saat aksi unjuk rasa menolak hasil seleksi perangkat desa di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (11/3/2026). [ foto istw ]

BANJARNEGARA | KLIKGENZ.COM  – Kericuhan pecah dalam aksi unjuk rasa di Kantor Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (11/3/2026).

Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho yang akrab disapa Hoho Alkaf, menjadi korban pengeroyokan massa usai menemui demonstran yang menuntut pembatalan hasil penjaringan perangkat desa.

Aksi yang diikuti ratusan anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) tersebut awalnya berlangsung kondusif. Massa menyuarakan protes terhadap proses seleksi perangkat desa yang telah memasuki tahap pengumuman hasil.

Namun situasi berubah memanas ketika para demonstran mendesak agar seluruh proses seleksi dibatalkan.

Diserang Saat Hendak Keluar Balai Desa

Kericuhan terjadi ketika Hoho hendak meninggalkan lokasi balai desa setelah mencoba berdialog dengan massa. Saat itu ia tiba-tiba diserbu oleh sejumlah orang dari kerumunan demonstran.

Dalam keterangannya melalui media sosial, Hoho mengungkapkan dirinya sempat menjadi korban pengeroyokan.

Baca Juga  Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Kematian Pengemudi Ojek Online, Janji Keadilan untuk Korban

“Saya hendak keluar dari balai desa, tapi langsung diserang dan dikeroyok. Kacamata saya pecah dan baju saya robek,” tulisnya dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial.

Ia menjelaskan bahwa aksi demonstrasi dipicu oleh kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos dalam seleksi perangkat desa.

Meski mendapat tekanan dari massa, Pemerintah Desa Purwasaba menegaskan tidak akan membatalkan hasil seleksi yang telah melalui tahapan sesuai aturan.

“Proses penjaringan perangkat desa sudah sesuai mekanisme. Tidak mungkin dibatalkan hanya karena tekanan,” tegas Hoho.

Soroti Pengamanan Aparat

Selain mengutuk aksi anarkis tersebut, Hoho juga menyoroti kinerja aparat keamanan yang dinilai kurang sigap saat kericuhan terjadi.

Ia menilai aparat tidak memberikan perlindungan maksimal ketika massa mulai bertindak agresif.

Atas kejadian tersebut, Hoho berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan oknum aparat yang bertugas saat kejadian ke Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Propam) di Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Baca Juga  Masjid Ramah Pemudik Jadi Oase Mudik 2026, Menag Nasaruddin Umar Tinjau Langsung Fasilitas di Jakapermai

Laporan itu terkait dugaan pembiaran serta ketidaksigapan dalam pengamanan objek vital dan pejabat desa.

Isu Dicopot Karena Tato Dipastikan Hoaks

Di tengah memanasnya peristiwa tersebut, sempat beredar kabar bahwa Hoho dicopot dari jabatannya oleh Agus Andrianto karena tato yang memenuhi tubuhnya.

Namun kabar tersebut dipastikan tidak benar. Hoho masih aktif menjabat sebagai Kepala Desa Purwasaba.

Saat ini ia juga diketahui tengah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat terkait program ketahanan pangan desa.

Salah satu fokus program yang tengah dikembangkan adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya sektor peternakan ayam petelur yang mampu menghasilkan ribuan butir telur setiap hari untuk menopang ekonomi masyarakat desa. [*]