JAKARTA | KLIKGENZ.COM – Di tengah lonjakan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Masjid Jami’ Al-Azhar Jakapermai, Bekasi, menjelma menjadi tempat persinggahan yang tak sekadar menawarkan ruang ibadah, tetapi juga menghadirkan kenyamanan bagi para musafir.
Sore itu, suasana masjid tampak lebih hidup. Para pemudik yang lelah menempuh perjalanan panjang terlihat beristirahat, sebagian menikmati takjil, sementara lainnya sekadar melepas penat sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
Kehadiran Menteri Agama Nasaruddin Umar menambah kehangatan suasana. Ia turun langsung meninjau fasilitas sekaligus menyapa para pemudik tanpa sekat.
“Siapa di sini yang mudik?” tanya Menag dengan nada akrab, disambut antusias para musafir yang datang dari berbagai daerah menggunakan sepeda motor, bus, hingga kereta.
Dalam kesempatan itu, Menag menyampaikan pesan keselamatan kepada para pemudik agar tetap berhati-hati selama perjalanan.
“Hati-hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan, bisa berkumpul dengan keluarga, dan berbahagia saat Lebaran,” ujar Menag, Rabu (18/3/2026).
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan masyarakat yang tidak dapat pulang kampung untuk tetap mendoakan keluarga di kampung halaman, menegaskan bahwa jarak tidak memutus ikatan batin.
Program “Masjid Ramah Pemudik” yang digagas pemerintah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan publik berbasis keagamaan selama musim mudik. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memberikan perlindungan dan kenyamanan.
Ade, salah satu pemudik asal Tangerang yang menuju Indramayu, mengaku terbantu dengan fasilitas yang tersedia di masjid tersebut. Ia bersama lima anggota keluarganya memilih beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
“Pelayanannya bagus, ada takjil sampai nasi kotak. Sangat membantu kami yang di perjalanan,” katanya.
Ia juga mengingatkan sesama pemudik, khususnya pengguna sepeda motor di jalur Pantai Utara (Pantura), agar tidak memaksakan diri saat lelah.
“Kalau ngantuk, lebih baik istirahat di masjid terdekat. Harus waspada juga dengan kondisi jalan,” ujarnya.
Secara nasional, tercatat sebanyak 6.859 masjid telah disiapkan sebagai “Masjid Ramah Pemudik” yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Fasilitas yang disediakan meliputi tempat istirahat, air minum, makanan berbuka, hingga ruang ibadah yang nyaman.
Program ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan manusiawi, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat di momentum Lebaran.
Di tengah padatnya perjalanan, kehadiran masjid-masjid ini menjadi oase tempat singgah yang menghadirkan rasa rumah bagi mereka yang sedang menjemput rindu. [*]











