HeadlineNasionalNasionalNewsPeristiwa

BMKG: 16 Provinsi Berpotensi Hujan Hari Ini, Sumbar Masuk Siaga

Redaksi
×

BMKG: 16 Provinsi Berpotensi Hujan Hari Ini, Sumbar Masuk Siaga

Sebarkan artikel ini

BMKG mencatat 16 provinsi masuk potensi cuaca ekstrem pada 19 September 2026. Sumatera Barat berada dalam kategori Siaga hujan lebat hingga sangat lebat.

JAKARTA | KLIKGENZ.COM— Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat pada Sabtu (19/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 16 provinsi masuk dalam daftar potensi cuaca ekstrem pada hari ini.

Data BMKG untuk periode 19–21 September 2026 menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah. Kondisi paling perlu diperhatikan terjadi di Sumatera Barat, yang pada 19 September masuk kategori Siaga hujan lebat hingga sangat lebat.

Sementara provinsi lainnya berada dalam kategori Waspada untuk potensi hujan sedang hingga lebat.

Daftar Wilayah yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan data potensi cuaca ekstrem BMKG, wilayah yang masuk daftar pada 19 September 2026 adalah:

  1. Aceh — hujan sedang hingga lebat
  2. Banten — hujan sedang hingga lebat
  3. Bengkulu — hujan sedang hingga lebat
  4. Jambi — hujan sedang hingga lebat
  5. Jawa Barat — hujan sedang hingga lebat
  6. Kalimantan Barat — hujan sedang hingga lebat
  7. Kalimantan Tengah — hujan sedang hingga lebat
  8. Kalimantan Utara — hujan sedang hingga lebat
  9. Lampung — hujan sedang hingga lebat
  10. Papua — hujan sedang hingga lebat
  11. Papua Pegunungan — hujan sedang hingga lebat
  12. Riau — hujan sedang hingga lebat
  13. Sulawesi Tengah — belum masuk potensi pada 19 September, tetapi masuk pada 20 September
  14. Sumatera Barat — siaga hujan lebat hingga sangat lebat
  15. Sumatera Selatan — hujan sedang hingga lebat
  16. Sumatera Utara — hujan sedang hingga lebat.
Baca Juga  Sipasan Coffee House, Hidden Gem Baru di Padang Pariaman dengan Konsep Cozy dan Tenang

Dengan demikian, apabila fokusnya benar-benar potensi hujan pada Sabtu, 19 September, daftar aktif BMKG berjumlah 16 provinsi. Sulawesi Tengah baru tercatat masuk kategori Waspada pada 20 September.

Ada Pengaruh Gelombang Atmosfer

Potensi hujan tersebut terjadi ketika sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi musim kemarau. BMKG menjelaskan bahwa peluang hujan lokal tetap dapat muncul akibat dinamika atmosfer.

Dalam prakiraan sepekan periode 18–24 September 2026, BMKG menyebut kondisi atmosfer Indonesia masih dipengaruhi El Niño kategori sangat kuat sehingga kondisi kering masih mendominasi sejumlah wilayah. Namun, aktivitas fenomena atmosfer tertentu tetap dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.

Pada periode sebelumnya, BMKG juga mencatat aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sejumlah wilayah Indonesia. Daerah pertemuan serta belokan angin turut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.

Baca Juga  Bupati Agam Tinjau Jalan Alternatif Malalak, Target Roda Empat Bisa Lewat Jelang Lebaran

Sumbar Masuk Kategori Siaga

Khusus Sumatera Barat, masyarakat perlu memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan cuaca. Dalam data BMKG 19 September, provinsi ini berada pada kategori Siaga hujan lebat hingga sangat lebat.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan aktivitas, terutama di daerah yang memiliki kerentanan terhadap genangan, banjir, longsor, maupun gangguan perjalanan.

Masyarakat yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.

Waspadai Perubahan Cuaca Mendadak

Potensi hujan tidak berarti seluruh wilayah dalam satu provinsi akan mengalami hujan dengan intensitas yang sama. Kondisi cuaca dapat berubah secara lokal dan dalam waktu relatif singkat.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan prakiraan umum, tetapi juga memantau pembaruan peringatan dini berdasarkan lokasi masing-masing.

BMKG juga masih memprakirakan kondisi kering mendominasi sebagian wilayah Indonesia dalam periode 18–24 September. Artinya, hujan yang terjadi di sejumlah daerah dapat bersifat lokal di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. [*]