KABUPATEN SOLOK | KLIKGENZ.COM — Suasana di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, berubah drastis setelah banjir bandang atau galodo menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9/2026) malam.
Sehari setelah bencana, material berupa lumpur, batu berukuran besar, kayu dan berbagai puing masih menutupi sejumlah titik di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Kabupaten Solok.
Dari pantauan udara melalui video drone pada Selasa (22/9/2026), kawasan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) hingga sejumlah area perkantoran tampak masih dipenuhi material galodo.
Kondisi tersebut menggambarkan besarnya arus material yang masuk ke kawasan pusat pemerintahan. Sejumlah kendaraan juga dilaporkan terdampak, bahkan warga menemukan bangkai salah satu kendaraan yang rusak berat di antara tumpukan batu pada Selasa pagi.
Galodo menerjang kawasan tersebut setelah hujan deras mengguyur wilayah Solok. Material banjir kemudian bergerak dari kawasan hulu dan masuk ke sejumlah kawasan di Arosuka.
Berdasarkan keterangan BPBD Kabupaten Solok yang diberitakan ANTARA, sedikitnya empat warga mengalami luka-luka. Tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sementara satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang karena mengalami luka berat.
Sementara itu, dua warga masih dilaporkan hilang dan hingga Selasa masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Identitas dua warga yang disebut masih dicari dalam laporan lapangan adalah Dafi Arahman (21) dan Agusra (59).
Hingga Selasa siang, belum ada laporan resmi mengenai korban meninggal dunia yang telah ditemukan.

Perkantoran dan Jalan Nasional Ikut Terdampak
Dampak galodo tidak hanya dirasakan warga yang bermukim di sekitar Arosuka. Sejumlah fasilitas pemerintahan di Kompleks Perkantoran Bupati Solok ikut terdampak material lumpur dan batu.
Laporan di lapangan menyebut Kantor Dinas PUPR dan DPMN mengalami kerusakan berat akibat tertimbun material, sementara sejumlah kantor pemerintahan lainnya juga terdampak.
Banjir bandang juga berdampak terhadap kendaraan dinas dan kendaraan milik warga. Sejumlah rumah warga di sekitar kawasan perkantoran turut terdampak.
Material galodo bahkan menutup ruas Jalan Nasional Bts. Kota Solok–Lubuk Selasih KM 36+600 yang berada di sekitar kawasan Kantor Bupati Solok.
Akses jalur utama Solok–Padang sempat terganggu karena badan jalan tertutup material banjir bandang. Pemerintah bersama tim gabungan kemudian melakukan pembersihan untuk membuka kembali akses tersebut secara bertahap.
300 Personel Polisi Dikerahkan
Penanganan pascabencana melibatkan unsur gabungan. Polda Sumatera Barat mengerahkan sekitar 300 personel untuk membantu pencarian korban sekaligus mempercepat pembersihan material yang menutup kawasan terdampak.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy turun langsung meninjau lokasi pada Selasa (22/9/2026).
Pencarian dua warga yang masih belum ditemukan menjadi salah satu prioritas, selain pembersihan jalur utama dan pendataan kerusakan rumah warga.
Kepolisian juga menyiapkan posko untuk mendukung penanganan lanjutan, termasuk dapur umum di kawasan terdampak. Pos DVI Ante Mortem turut didirikan di RSUD Arosuka untuk mendukung pendataan dan proses identifikasi apabila diperlukan.
Warga Mulai Dievakuasi
Sejumlah warga yang berada di kawasan terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang dianggap lebih aman.
Data sementara yang diterima dari penanganan di lapangan menyebut terdapat 8 kepala keluarga dengan total 36 jiwa yang mengungsi ke kediaman Wakil Bupati Solok.
Namun, angka pengungsi masih dapat berubah seiring proses pendataan dan evakuasi. Laporan dari sumber lain pada hari yang sama mencatat jumlah pengungsi berbeda, menunjukkan proses pendataan masih berlangsung.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Solok untuk memastikan kebutuhan penanganan darurat, termasuk dukungan alat berat, listrik dan jaringan komunikasi di lokasi bencana.
Pemprov Sumbar menyatakan pencarian dan penyelamatan korban menjadi prioritas, bersamaan dengan upaya membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor dan banjir bandang.

Hujan Lebat Jadi Pemicu
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan dengan intensitas tinggi menjadi faktor pemicu banjir bandang di Kabupaten Solok.
Dalam keterangannya pada Selasa (22/9/2026), BMKG menyebut curah hujan di wilayah tersebut mencapai sekitar 94 milimeter per hari, yang kemudian memicu luapan air dan banjir bandang.
Sejumlah titik di Kabupaten Solok masih membutuhkan penanganan setelah diterjang galodo. Tim gabungan terus melakukan pencarian, evakuasi, pembersihan material serta pendataan dampak bencana.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan perbukitan, aliran sungai dan wilayah yang masih berpotensi terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan kembali turun dan terjadinya bencana susulan. [*]












