NewsPadang Pariaman

Jembatan Rusak di Malai V Suku Dikeluhkan Warga, Erman Sudin Turun ke Lokasi

Redaksi
×

Jembatan Rusak di Malai V Suku Dikeluhkan Warga, Erman Sudin Turun ke Lokasi

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Padang Pariaman Erman Sudin meninjau jembatan rusak di Korong Sei Sarik yang menjadi akses penting bagi petani dan nelayan.

PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM — Kondisi jembatan yang mengalami kerusakan di Korong Sei Sarik, Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat, mendapat perhatian dari Anggota DPRD Padang Pariaman, Erman Sudin.

Erman Sudin turun langsung meninjau kondisi jembatan tersebut pada Selasa (22/9/2026), setelah menerima keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur yang dinilai mulai mengancam keselamatan pengguna.

Dari peninjauan tersebut, kondisi jembatan terlihat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan agar masyarakat dapat kembali melintasi akses tersebut dengan aman.

Erman Sudin mengatakan, kondisi jembatan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena keberadaannya berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi Ciptakan Alat Penabur Pupuk Jagung, Wujudkan Pertanian Efisien di Padang Polongan

Menurutnya, jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat, terutama petani dan nelayan yang mengandalkan jalur itu untuk mendukung aktivitas ekonomi.

“Perbaikan jembatan ini penting agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dan aktivitas ekonomi warga tidak terganggu. Yang paling utama tentu keselamatan masyarakat saat menggunakan akses ini,” ujar Erman Sudin.

Ia menambahkan, kondisi infrastruktur yang rusak perlu segera ditindaklanjuti melalui perencanaan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga penanganannya dapat dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

Bagi masyarakat setempat, keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar fasilitas penghubung antarkawasan. Akses itu menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan mereka, termasuk membawa hasil pertanian maupun mendukung aktivitas nelayan.

Baca Juga  Kejari Asahan Tahan 6 Tersangka Korupsi Kupedes dan KUR Mikro BRI Kisaran, Kerugian Rp 435 Juta

Warga pun menyambut positif adanya peninjauan langsung dari wakil rakyat. Mereka berharap persoalan kerusakan jembatan tidak berhenti pada tahap peninjauan, tetapi dilanjutkan dengan proses perencanaan hingga pembangunan.

Masyarakat berharap proses tersebut dapat berjalan tepat waktu sehingga akses utama mereka kembali dapat digunakan dengan aman dan nyaman.

Kerusakan infrastruktur tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya pemeliharaan akses penghubung di wilayah yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Bagi warga Sei Sarik, jembatan yang aman berarti akses terhadap pekerjaan, distribusi hasil usaha, dan mobilitas sehari-hari tetap terjaga.