Breaking NewsHeadlineJakartaNewsPeristiwa

Bayi 20 Bulan Diduga Dibunuh Ayah Tiri dan Ibu Kandung, Forensik Temukan Bekas Kekerasan

×

Bayi 20 Bulan Diduga Dibunuh Ayah Tiri dan Ibu Kandung, Forensik Temukan Bekas Kekerasan

Sebarkan artikel ini

Pemeriksaan forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati menemukan sejumlah tanda kekerasan lama dan baru pada tubuh bayi berusia 20 bulan yang diduga dibunuh ayah tiri dan ibu kandungnya. Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

foto istimewa

JAKARTA|KLIKGENZ.COM – Kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang bayi berusia 20 bulan berinisial SF mengungkap fakta memilukan. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, yakni ayah tiri dan ibu kandungnya sendiri.

Hasil pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati menemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh balita tersebut. Selain itu, pemeriksaan medis juga mengungkap kondisi korban yang mengalami kekurangan gizi atau tidak sesuai dengan standar pertumbuhan anak seusianya.

Dokter Spesialis Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, dr. Asri Megaratri, menjelaskan bahwa tim forensik menemukan sejumlah luka pada beberapa bagian tubuh korban. Luka tersebut diduga berasal dari kekerasan yang terjadi dalam waktu berbeda, baik luka baru maupun luka lama.

“Kami menemukan keadaan anak tersebut dengan keadaan yang gizinya tidak sesuai dengan usianya, ya kurang dari yang seharusnya normal pada usia tersebut,” kata Asri kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

Selain kondisi kurang gizi, pemeriksaan fisik juga menemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian wajah, perut, dada, serta keempat anggota gerak korban.

“Kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak. Baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang lama,” sambungnya.

Pemeriksaan Forensik Temukan Cedera pada Organ Dalam

Menindaklanjuti temuan tersebut, tim forensik melakukan pemeriksaan tambahan, termasuk pemeriksaan rontgen terhadap tulang-tulang korban.

Baca Juga  Selebgram Julia Prastini atau Jule Ditangkap Terkait Narkoba di Apartemen Cilandak

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan apakah terdapat tulang yang mengalami patah akibat dugaan tindakan kekerasan.

Hasil autopsi juga memperlihatkan sejumlah tanda cedera pada organ-organ dalam tubuh korban. Temuan tersebut sejalan dengan hasil pemeriksaan bagian luar tubuh, terutama pada area dada hingga perut.

Meski demikian, tim forensik belum dapat memastikan secara menyeluruh penyebab kematian korban. Kepastian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan histopatologi forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Tim forensik juga telah menyiapkan sejumlah sampel untuk pemeriksaan toksikologi forensik di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri apabila diperlukan oleh penyidik.

“Kami juga telah menyediakan beberapa sampel untuk pemeriksaan toksikologi forensik untuk dibawa ke Puslabfor Polri oleh penyidik apabila dibutuhkan,” ungkap Asri.

“Untuk sebab kematian kami masih alami lebih lanjut, Bapak dan Ibu, sehingga belum bisa kami rilis hari ini,” jelasnya.

Dengan demikian, penyebab pasti kematian SF masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim ahli forensik.

Ayah Tiri dan Ibu Kandung Diduga Jadi Pelaku

Sebelumnya, Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengungkapkan bahwa kasus tersebut terungkap setelah pemilik toilet umum melaporkan adanya kejadian mencurigakan.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga pembunuhan terhadap balita tersebut dilakukan oleh ayah tiri berinisial AR (22) bersama ibu kandung korban berinisial JM (20).

Baca Juga  Pemkab Padang Pariaman Tuntaskan Bantuan 570 UMKM Terdampak Bencana, Dorong Ekonomi Rakyat Bangkit

“Terkait anak tersebut, itu dibunuh oleh kedua orang tuanya, yaitu ibu kandungnya dan ayah tirinya,” kata Seala saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (1/11/2026).

Polisi menyebut dugaan tindakan tersebut dilatarbelakangi persoalan ekonomi. Korban diketahui merupakan anak kedua sekaligus anak bungsu dari dua bersaudara.

“Itu kejadiannya itu motif karena ekonomi, mereka tidak mampu. Akhirnya dari dua bersaudara ini, yang paling kecillah dibunuh oleh kedua orang tuanya,” ujar Seala.

Jasad Korban Dikuburkan di Lahan Kosong Kawasan Benhil

Setelah diduga melakukan pembunuhan, kedua pelaku disebut meninggalkan lokasi menggunakan transportasi taksi daring menuju kawasan Palmerah.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki ke arah Bendungan Hilir (Benhil). Di kawasan tersebut, keduanya diduga menguburkan jasad korban di sebuah lahan kosong menggunakan kantong plastik.

“Benhil, di kiri jalan itu ada lahan kosong. Nah, di situlah dua pelaku mengubur anaknya dengan menggunakan kantong kresek,” kata Seala.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah memperoleh informasi mengenai keberadaan kedua terduga pelaku.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan AR dan JM yang diduga terlibat dalam kematian balita tersebut.

“Kami berhasil amankan pria dan wanita tersebut,” jelasnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius karena melibatkan korban yang masih berusia sangat muda. Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa, sementara hasil pemeriksaan forensik lanjutan diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab pasti kematian korban serta memperkuat proses penyidikan.[*]