TANGERANG | KlikGenZ – Langkah ekspansi warisan budaya Minangkabau ke kancah global kembali mencatatkan sejarah baru. Bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Padang Pariaman berhasil menyepakati kontrak produksi Sulaman Kapalo Samek senilai USD 22.000 atau setara Rp400 juta pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Kesepakatan bisnis tersebut dicapai dalam sesi pertemuan tatap muka dan kesepakatan dagang antara Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman dengan PT Miumosa Artha Mandiri, sebuah perusahaan kekayaan intelektual berbasis desain asal Indonesia yang bergerak di industri teknologi mode dan gaya hidup kontemporer. Perusahaan ini berfokus pada perpaduan warisan tekstil Nusantara dengan teknologi modern untuk pasar Eropa dan Asia.
Setelah sebelumnya meraih prestasi di ajang KriyaNusa 2026 dan tampil pada ajang Indonesia Creative Week Belgium 2026 di Antwerp, Belgia, Dewan Kerajinan Nasional Republik Indonesia menempatkan Sulam Kapalo Samek Pasia Baru sebagai salah satu produk unggulan perwakilan Dekranas RI di TEI 2026.
Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, memimpin langsung upaya pencarian peluang pasar ekspor tersebut. Dalam keterangannya, ia menyampaikan rasa syukur atas hadirnya peluang pasar baru yang berdampak langsung pada keberlanjutan usaha para perajin lokal di daerah.
“Alhamdulillah kita bertemu dengan sebuah peluang pasar baru bagi Sulaman Kapalo Samek, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang fashion. Ini adalah untuk para perajin kita di Padang Pariaman, untuk keberlangsungan usaha mereka, dan mudah-mudahan ini awal yang baik untuk kemajuan Kampung Sulam Kapalo Samek,” ujar Ny. Nita Christanti Azis.
Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan bersama Direktur Utama sekaligus pendiri PT Miumosa Artha Mandiri, Anindya Sukarni. Hadir mendampingi dalam momen tersebut Ketua Koperasi Wanita Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru Padang Pariaman, Sispa Marlina, serta Pengurus Dekranasda Padang Pariaman, Muhammad Fadhly.
Direktur Utama PT Miumosa Artha Mandiri, Anindya Sukarni, menjelaskan bahwa perusahaannya menaruh perhatian yang sangat besar pada nilai sejarah dan cerita di balik produk. Sebagai perusahaan yang memosisikan diri pada karya budaya premium, pihaknya mengagumi keindahan serta nilai historis Sulam Kapalo Samek Pasia Baru yang dikerjakan oleh para perempuan secara turun-temurun.
Menanggapi pencapaian ini, Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., menyatakan dukungan penuh atas terobosan tersebut. Menurutnya, kesepakatan ini merupakan babak baru bagi penguatan ekonomi kerakyatan berbasis kriya lokal agar mampu melangkah lebih jauh di kancah internasional.
“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus memberikan dukungan untuk perkembangan UMKM Padang Pariaman, khususnya Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru, dan Kampung Sulam Kapalo Samek akan segera kita wujudkan. Kami juga telah mendapatkan dukungan dari pihak perbankan seperti Bank Nagari,” terang Bupati John Kenedy Azis.
Tahapan kerja sama ini selanjutnya akan memasuki fase legalitas dan komersial, pengembangan desain kreatif, manajemen rantai pasok dan produksi, hingga integrasi pasar internasional.











