PADANG PARIAMAN|KLIKGENZ.COM — Keputusan Panitia Besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 yang menetapkan pelaksanaan pada 2–14 Oktober 2026 mendapat sorotan dari sejumlah daerah peserta.
Salah satunya datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Padang Pariaman. KONI Padang Pariaman meminta jadwal pelaksanaan Porprov XVI Sumbar digeser ke pertengahan November 2026.
Permintaan tersebut disampaikan dengan alasan kesiapan administrasi dan tata kelola keuangan daerah. KONI Padang Pariaman menilai rentang waktu antara pengesahan APBD Perubahan (APBD-P) 2026 dengan pembukaan Porprov terlalu berdekatan.
Ketua KONI Padang Pariaman, Asmadi, mengatakan kondisi tersebut berpotensi menyulitkan proses administrasi pengadaan barang dan jasa maupun pencairan dana hibah untuk kontingen.
“KONI Padang Pariaman tidak siap apabila di kemudian hari harus berurusan dengan aparat penegak hukum akibat mekanisme penganggaran yang dipaksakan. Sebagai penerima hibah, kami wajib menjamin akuntabilitas seluruh anggaran,” tegas Asmadi kepada Infosumbar, Senin (14/9/2026).
APBD-P 2026 Jadi Salah Satu Pertimbangan
Asmadi menjelaskan, pengesahan APBD-P 2026 Kabupaten Padang Pariaman ditargetkan rampung pada 22 September 2026.
Namun, setelah pengesahan di tingkat daerah, masih terdapat tahapan evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Proses tersebut, menurut dia, membutuhkan waktu sebelum anggaran dapat digunakan sesuai mekanisme yang berlaku.
Selain itu, terdapat sejumlah tahapan administrasi yang harus dilalui untuk pengadaan kebutuhan kontingen, termasuk perlengkapan atlet, akomodasi, dan kebutuhan pendukung lainnya.
Dengan jadwal pembukaan Porprov pada 2 Oktober 2026, waktu yang tersedia dinilai sangat terbatas.
“Jika dipaksakan mulai tanggal 2 Oktober, secara prosedur pencairan keuangan daerah itu mustahil tercapai. Oleh karena itu, penundaan hingga November bukan bentuk kemunduran atau kegagalan, melainkan langkah rasional demi sukses administrasi, sukses penyelenggaraan, dan sukses prestasi,” ujar Asmadi.
Anggaran Kontingen Capai Rp6,7 Miliar
Asmadi menegaskan, persoalan yang disampaikan KONI Padang Pariaman bukan karena pemerintah daerah tidak memberikan dukungan terhadap keikutsertaan kontingen.
Menurutnya, Pemkab Padang Pariaman justru telah menunjukkan komitmen melalui alokasi anggaran untuk kontingen yang mencapai Rp6,7 miliar dalam APBD-P 2026.
Dari sisi teknis, persiapan kontingen juga disebut telah dilakukan. Bank data atlet dan kontingen Padang Pariaman diklaim telah rampung 100 persen.
Karena itu, KONI Padang Pariaman berharap persoalan jadwal dapat dibahas bersama sehingga pelaksanaan Porprov tetap berjalan dengan kesiapan administrasi dan pendanaan yang memadai.
Disparpora Sebut Persoalannya Teknis Birokrasi
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, mengatakan persoalan tersebut berkaitan dengan aspek teknis birokrasi dan bukan karena kurangnya komitmen pemerintah daerah.
“Tantangannya ada pada rentang waktu pengesahan APBD-P yang sangat berdekatan dengan pembukaan acara. Kebutuhan perlengkapan, akomodasi, hingga akuntabilitas keuangan tidak boleh mengabaikan ketaatan pada aturan hukum,” kata Anton melalui sambungan seluler.
Menurutnya, seluruh kebutuhan penyelenggaraan maupun kontingen harus disiapkan dengan memperhatikan mekanisme administrasi yang berlaku.
Faktor Cuaca Juga Diminta Jadi Pertimbangan
Selain persoalan anggaran dan administrasi, KONI Padang Pariaman juga meminta kondisi cuaca di Sumatera Barat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan jadwal Porprov XVI.
Kondisi kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Sumbar dinilai perlu mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat dan atlet.
KONI Padang Pariaman berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, KONI Sumbar, dan Panitia Besar Porprov XVI dapat membahas kembali jadwal pelaksanaan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah peserta.
“Kondisi cuaca di Sumbar hari ini terkait kabut asap juga perlu menjadi pertimbangan serius. Dalam beberapa waktu ini situasinya sangat tidak memungkinkan untuk kesehatan masyarakat, khususnya atlet yang akan bertanding nantinya,” ujar Asmadi.
Menurut KONI Padang Pariaman, penyesuaian jadwal ke November 2026 diharapkan dapat memberikan waktu yang lebih memadai bagi daerah peserta untuk menyelesaikan seluruh tahapan administrasi, mempersiapkan kontingen, sekaligus memastikan penyelenggaraan berjalan sesuai ketentuan.
Hingga saat ini, usulan perubahan jadwal tersebut menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan KONI Padang Pariaman kepada pihak terkait. Keputusan mengenai jadwal akhir Porprov XVI Sumatera Barat berada pada Panitia Besar bersama pihak penyelenggara dan pemangku kepentingan terkait.[*]












