KLIKGENZ.Com – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pemeriksaan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Penanggung jawab atau person in charge (PIC) wajib memastikan makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aman sebelum dibagikan.
Ketua BGN Sudaryono menegaskan makanan yang tidak memenuhi standar tidak boleh diberikan kepada siswa. “Manakala tidak memenuhi standar, maka tidak harus atau wajib hukumnya tidak diberikan kepada siswa,” kata Sudaryono.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi tata kelola dan penyelenggaraan MBG di sekolah secara daring, Sabtu (8/8/2026). PIC berasal dari tenaga kependidikan, seperti tenaga administrasi atau tata usaha, bukan guru yang memiliki tugas mengajar.
PIC bertugas menerima makanan sekaligus melakukan pemeriksaan sebelum disajikan kepada siswa. Pemeriksaan dilakukan melalui mekanisme organoleptik dengan melihat, mencium, dan mencicipi makanan.
“Namun di situ, tetap PIC juga melakukan satu mekanisme organoleptik, yaitu dibuka, diambil sampelnya, dibuka, kemudian dibau, dicium, dirasa, dilihat,” jelas Sudaryono.
Ia menegaskan PIC menjadi lapisan pemeriksaan terakhir di sekolah sebelum makanan dikonsumsi siswa. “Jadi PIC itu adalah layer terakhir kedua, yang memastikan bahwa menu makanan itu aman dan tidaknya,” tegasnya.
Pengawasan Produksi Diperketat
BGN juga memperkuat pengawasan produksi makanan di seluruh SPPG. Saat ini terdapat 27.489 SPPG yang diwajibkan menggunakan sistem monitoring produksi.
Sistem tersebut mencatat seluruh tahapan, mulai dari persiapan bahan, memasak, makanan matang, pengemasan hingga pengiriman ke sekolah. BGN juga dapat memantau waktu produksi, makanan matang, hingga disajikan kepada siswa.
Sudaryono menegaskan keamanan makanan merupakan syarat utama agar MBG dapat mendukung pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
“Pendidikan terhadap siswa dan lain-lain ini akan terlaksana manakala syarat pertamanya adalah menu makanan yang dibagikan kepada siswa itu harus aman,” kata Sudaryono.
“Maksud saya begini, semua ini tidak akan ada artinya manakala yang diberikan, menunya yang diberikan dalam ompreng itu kemudian tidak aman,” lanjutnya. (*)











