Banyak yang menduga objek tersebut adalah meteor, bahkan tak sedikit yang mengaitkannya dengan fenomena langit langka. Namun, fakta sebenarnya justru di luar dugaan.
Observatorium Astronomi Itera Lampung memastikan bahwa benda bercahaya itu bukanlah komet maupun meteor alami. Objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa bagian tubuh roket China jenis CZ-3B R/B yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi.
Kepala pusat observatorium, Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan proses re-entry, yaitu ketika sisa roket kembali jatuh ke bumi dan terbakar akibat gesekan dengan atmosfer.
“Ciri khasnya terlihat dari pola gerak dan pecahannya di langit. Ini bukan benda langit alami,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa komet yang sedang melintas saat itu berada dekat matahari, sehingga tidak mungkin terlihat dari Indonesia.
Fenomena ini memang terlihat dramatis, bahkan memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, publik diminta tetap tenang karena sebagian besar material roket akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi.
Sebelumnya, video dan foto cahaya tersebut ramai beredar di media sosial. Banyak warganet yang mengabadikan momen langit bercahaya itu, hingga menjadi perbincangan luas.
Kini, misteri itu terjawab. Bukan tanda alam atau fenomena langit langka, melainkan jejak teknologi manusia yang kembali ke bumi. [*]











