HeadlineSumbar

Heboh! Cahaya Misterius Belah Langit Sumbar, Ternyata Bukan Meteor

Redaksi
×

Heboh! Cahaya Misterius Belah Langit Sumbar, Ternyata Bukan Meteor

Sebarkan artikel ini

Fenomena yang sempat viral di media sosial itu dipastikan bukan meteor atau komet, melainkan serpihan roket yang terbakar saat masuk atmosfer bumi.

■ foto : dok. OAIL
PADANG | KLIKGENZ.COM — Warga Sumatera Barat sempat dibuat heboh oleh kemunculan cahaya misterius yang melintas di langit pada Sabtu (4/4) malam. Fenomena itu terlihat seperti benda bercahaya yang pecah dan bergerak cepat, memicu berbagai spekulasi di media sosial.

Banyak yang menduga objek tersebut adalah meteor, bahkan tak sedikit yang mengaitkannya dengan fenomena langit langka. Namun, fakta sebenarnya justru di luar dugaan.

Observatorium Astronomi Itera Lampung memastikan bahwa benda bercahaya itu bukanlah komet maupun meteor alami. Objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa bagian tubuh roket China jenis CZ-3B R/B yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi.

Baca Juga  Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan, 8 Beroperasi di Sumatra Barat

Kepala pusat observatorium, Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan proses re-entry, yaitu ketika sisa roket kembali jatuh ke bumi dan terbakar akibat gesekan dengan atmosfer.

“Ciri khasnya terlihat dari pola gerak dan pecahannya di langit. Ini bukan benda langit alami,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa komet yang sedang melintas saat itu berada dekat matahari, sehingga tidak mungkin terlihat dari Indonesia.

Fenomena ini memang terlihat dramatis, bahkan memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, publik diminta tetap tenang karena sebagian besar material roket akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi.

Baca Juga  Kebakaran Hanguskan Rumah Petani di Lubuak Aluang, Kerugian Capai Rp100 Juta

Sebelumnya, video dan foto cahaya tersebut ramai beredar di media sosial. Banyak warganet yang mengabadikan momen langit bercahaya itu, hingga menjadi perbincangan luas.

Kini, misteri itu terjawab. Bukan tanda alam atau fenomena langit langka, melainkan jejak teknologi manusia yang kembali ke bumi. [*]