KLIKGENZ.Com – Serangan jantung menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia yang sering kali muncul secara mendadak tanpa peringatan awal.
Kondisi tersebut dikategorikan sebagai “silent killer” karena mayoritas penderita tidak menyadari adanya masalah kesehatan pada jantung mereka hingga serangan fatal terjadi.
Penyakit ini berisiko merenggut nyawa korban hanya dalam hitungan menit apabila tidak mendapatkan penanganan medis secara cepat.
Serangan jantung sendiri terjadi akibat tersumbatnya aliran darah menuju otot jantung oleh gumpalan darah atau penumpukan plak kolesterol pada dinding pembuluh darah.
Kondisi hilangnya aliran darah tersebut berisiko merusak hingga mematikan sebagian jaringan otot jantung secara permanen. Akibatnya, penderita akan mengalami gejala mendadak seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, mual, hingga kehilangan kesadaran.
Tanda-tanda serangan jantung juga sangat bervariasi pada setiap individu dan bahkan bisa muncul tanpa gejala yang nyata. Kasus serangan jantung tanpa gejala khas ini paling sering ditemukan pada kelompok wanita serta penderita diabetes.
Kenali lebih lanjut dalam tulisan dikutip dari situs resmi IDI.
Gejala awal serangan jantung yang tergolong ringan sering kali diabaikan karena dianggap sekadar kelelahan fisik atau gangguan pencernaan biasa. Padahal, rasa tidak nyaman di dada atau sesak napas tersebut dapat memburuk secara cepat menjadi kondisi darurat yang mengancam jiwa.
Dokter Fachrurrozy Basalamah mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai tanda-tanda mencurigakan dan segera mencari bantuan medis.
Dokter yang akrab disapa dr. Ozy itu menegaskan bahwa penerapan pola hidup sehat tetap merupakan hal esensial meski seseorang merasa sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung keluarga.
Langkah Pertolongan Pertama pada Kondisi Henti Jantung
- Kondisi henti jantung terjadi saat organ jantung berhenti berdetak secara mendadak sehingga pasokan oksigen ke seluruh tubuh dan otak terputus total.
- Detak jantung korban harus segera dipulihkan melalui tindakan darurat demi menjaga peluang kelangsungan hidup.
- Pemberian pertolongan pertama dapat dilakukan melalui teknik resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR) serta penggunaan alat automated external defibrillator (AED). Penekanan dada berulang pada teknik CPR berfungsi membantu memompa darah ke organ vital selama menunggu tim medis tiba di lokasi.
- Akses pelatihan dasar CPR kini semakin luas di berbagai lembaga kesehatan guna mempersiapkan masyarakat menghadapi situasi darurat. Di samping itu, penyediaan fasilitas AED di tempat umum seperti pusat perbelanjaan dan bandara turut mempermudah pemberian bantuan keselamatan jiwa. (*)











