NewsPadang PariamanSumbar

Jembatan Anduriang Putus Diterjang Banjir Bandang, John Kenedy Azis Siapkan Jembatan Bailey Darurat

Imran Efendi
×

Jembatan Anduriang Putus Diterjang Banjir Bandang, John Kenedy Azis Siapkan Jembatan Bailey Darurat

Sebarkan artikel ini

Akses tiga nagari di Padang Pariaman lumpuh sejak November 2025, 30 ribu warga terdampak dan terpaksa gunakan rakit berisiko tinggi

■ Sejumlah warga membantu menyeberangkan sepeda motor menggunakan rakit darurat berbahan drum yang ditarik melintasi sungai di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, menyusul putusnya jembatan akibat banjir bandang.

PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM— Putusnya Jembatan Anduriang akibat banjir bandang dan galodo yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada November 2025, masih menyisakan dampak serius bagi masyarakat hingga kini.

Akses vital yang menghubungkan tiga nagari Kayu Tanam, Anduriang, dan Guguak belum sepenuhnya pulih, memaksa sekitar 30 ribu warga menghadapi keterbatasan mobilitas dan terganggunya aktivitas ekonomi sehari-hari.

Distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan dasar masyarakat ikut terdampak akibat terputusnya jalur penghubung utama tersebut.

Warga Bertaruh Nyawa Gunakan Rakit Darurat

Di tengah kondisi darurat, warga terpaksa mengandalkan rakit sederhana berbahan drum untuk menyeberangi sungai. Fasilitas swadaya ini menjadi solusi cepat, namun menyimpan risiko keselamatan yang tinggi.

Ketua Pemuda Nagari Anduriang, Afrizal, menyebut rakit tersebut dibangun atas inisiatif pemuda setempat guna mempermudah akses warga.

“Awalnya jembatan putus, kami berinisiatif membuat rakit agar masyarakat tidak perlu memutar jauh. Ini membantu menghemat waktu dan biaya,” ujarnya.

Layanan penyeberangan itu bersifat sukarela, dengan biaya seikhlasnya. Namun, kondisi arus sungai yang kerap berubah membuat penyeberangan menjadi aktivitas berisiko, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Baca Juga  Kuota Undangan Upacara HUT ke-80 RI di Istana Ludes dalam 25 Menit, 142 Ribu Warga Berebut
■ Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama jajaran meninjau langsung lokasi terdampak putusnya Jembatan Anduriang, didampingi aparat kepolisian dan instansi terkait, sebagai bagian dari percepatan penanganan pascabencana banjir bandang di Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.

Jembatan Anduriang di Padang Pariaman putus akibat banjir bandang, 30 ribu warga terdampak. Pemerintah bangun jembatan Bailey darurat sepanjang 60 meter.

Pemerintah Siapkan Jembatan Bailey Darurat

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Polda Sumatera Barat dan Korps Brimob bergerak cepat menyiapkan pembangunan jembatan darurat jenis Bailey.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, memastikan proyek tersebut akan mulai dikerjakan pada awal April 2026.

“Alhamdulillah, atas dukungan dari Kapolda melalui Brimob, di Anduriang akan dibangun jembatan Bailey. InsyaAllah awal April mulai dilaksanakan,” katanya.

Jembatan darurat ini diharapkan dapat segera memulihkan akses antara Pasar Kayu Tanam dan wilayah sekitarnya, sehingga roda perekonomian masyarakat kembali bergerak.

Konstruksi 60 Meter, Antisipasi Banjir Susulan

Dansat Brimob Polda Sumbar, Lukman Syafri Dandel Malik, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari percepatan rehabilitasi pascabencana.

Baca Juga  Relawan Medan Terobos Banjir dan Lumpur, Irham Hasibuan Selamatkan Warga dengan Alat Seadanya

Bentangan sungai yang akan dilintasi diperkirakan sekitar 40 meter. Dua unit jembatan Bailey masing-masing sepanjang 30 meter akan dirakit menjadi struktur sepanjang 60 meter dengan lebar sekitar 4 meter.

Untuk meningkatkan ketahanan terhadap potensi banjir susulan, pondasi jembatan akan ditinggikan hingga 2–3 meter di kedua sisi sungai.

Proses pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga minggu setelah tahap pondasi rampung.

■ Kondisi Jembatan Anduriang di Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, yang ambruk akibat banjir bandang pada November 2025, hingga kini masih terputus dan menghambat akses ribuan warga.

Harapan Warga: Akses Segera Normal

Di tengah keterbatasan yang masih dirasakan, warga berharap pembangunan jembatan darurat dapat segera diselesaikan agar aktivitas kembali normal.

“Kalau harus memutar jauh sangat menyulitkan, risikonya juga besar. Kami berharap jembatan cepat selesai,” ujar salah seorang warga, Syamsuwir.

Sementara itu, masyarakat masih harus bergantung pada rakit darurat sambil menunggu kehadiran jembatan Bailey sebagai solusi sementara, sebelum pembangunan jembatan permanen direalisasikan.

Pemulihan infrastruktur ini menjadi krusial, tidak hanya untuk mobilitas, tetapi juga sebagai penopang utama kehidupan ekonomi warga di wilayah terdampak. [*]