Breaking NewsHeadlineNewsPeristiwaPesisir SelatanSumbar

12 Titik Longsor Putuskan Akses Tapan, 4.384 Warga Terdampak

×

12 Titik Longsor Putuskan Akses Tapan, 4.384 Warga Terdampak

Sebarkan artikel ini

Sebanyak 1.172 kepala keluarga terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Akses jalan mulai terbuka, tetapi longsor susulan masih mengancam.

foto istimewa

PESISIR SELATAN|KLIKGENZ.COM – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menyebabkan ribuan warga terdampak dan menghambat akses transportasi di sejumlah wilayah. Sebanyak 12 titik longsor menutup jalan menuju Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, sehingga warga sempat terisolasi selama dua hari.

Akses menuju nagari tersebut mulai terbuka pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB setelah petugas mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan. Meski demikian, kendaraan roda dua dan roda empat baru dapat melintas secara terbatas dengan sistem buka-tutup pada satu jalur.

Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas, mengatakan akses menuju Nagari Sungai Gambir Sako Tapan terputus sejak 10 Oktober 2026. Kondisi tersebut diperparah dengan terputusnya jaringan komunikasi dan padamnya aliran listrik akibat sejumlah tiang listrik tumbang.

“Sejak 10 Oktober akses ke Nagari Sungai Gambir Sako Tapan terputus. Jaringan komunikasi tidak ada dan listrik juga padam karena tiang listrik tumbang,” kata Dheno kepada Langgam.id.

Namun, upaya membuka kembali jalur tersebut menghadapi kendala akibat longsor susulan. Material tanah kembali menutupi salah satu titik yang sebelumnya telah dibersihkan petugas.

Menurut Dheno, kondisi tebing yang curam dan struktur tanah yang masih labil membuat kawasan tersebut rawan mengalami longsor berulang. Karena itu, proses pembersihan jalan harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan petugas maupun masyarakat yang melintas.

“Tanahnya masih sangat rawan, setelah kami kembali dari menyalurkan bantuan sekitar pukul 15.00 WIB terjadi longsor lagi di titik awal. Alat berat masih bekerja di sepanjang jalan lintas nasional,” ujarnya.

Warga dan Pengendara Sempat Kehabisan Persediaan Makanan

Terputusnya akses jalan tidak hanya berdampak terhadap masyarakat setempat, tetapi juga menyebabkan sejumlah pengendara yang melintasi jalur nasional ikut terjebak. Mereka terdiri atas pengendara sepeda motor, pengguna mobil pribadi, kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM), hingga kendaraan logistik.

Baca Juga  Drone Hantam Kedutaan Besar AS di Riyadh, IRGC Klaim Serang Pangkalan AS di Bahrain

Sebagian pengendara dan warga diperkirakan telah terjebak selama dua hari dua malam akibat jalur yang tidak dapat dilalui. Kondisi tersebut membuat persediaan makanan sejumlah orang mulai menipis.

Setelah akses terbuka sebagian, pemerintah kecamatan mulai menyalurkan bantuan makanan kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan tersebut menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sembari proses pemulihan akses jalan terus dilakukan.

“Diperkirakan ada banyak orang yang sudah dua hari dua malam terjebak dan kehabisan persediaan makanan. Namun tadi siang karena sudah bisa diakses, bantuan makanan sudah bisa diberikan kepada masyarakat terdampak,” kata Dheno.

Sebanyak 4.384 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor

Dampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak 10 Oktober 2026 tidak hanya dirasakan masyarakat Nagari Sungai Gambir Sako Tapan. Bencana tersebut juga melanda sembilan dari 10 nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan.

Berdasarkan pendataan sementara pemerintah kecamatan, sebanyak 1.172 kepala keluarga atau 4.384 jiwa terdampak bencana tersebut.

Selain menyebabkan akses jalan terputus, bencana itu mengakibatkan dua rumah hanyut dan 11 rumah lainnya mengalami kerusakan berat. Kerusakan tersebut menambah kebutuhan penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak langsung.

Dheno juga mengungkapkan, sebanyak 10 warga sempat tertimbun material longsor. Beruntung, seluruh korban berhasil diselamatkan, meskipun beberapa di antaranya mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan kesehatan.

“Sebanyak 10 warga juga sempat tertimbun material longsor, tetapi seluruhnya berhasil diselamatkan. Beberapa korban mengalami luka berat dan telah mendapat penanganan kesehatan,” ungkapnya.

Tiang Listrik Tumbang, Bahu Jalan Nasional Tergerus

Bencana banjir dan longsor tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak. Di kawasan Sungai Gambir Sako Tapan, sebanyak 12 titik tiang listrik dilaporkan tumbang sehingga mengganggu pasokan listrik masyarakat.

Baca Juga  Pemerintah Salurkan Bantuan Pascabencana Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Selain itu, sekitar 100 meter bagian bahu jalan nasional dilaporkan tergerus hingga jatuh ke sungai. Kondisi ini menambah kerawanan pada jalur transportasi yang menjadi akses penting bagi masyarakat dan kendaraan logistik.

Kerusakan jalan serta longsor susulan membuat proses pemulihan akses belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Masyarakat dan pengendara diimbau untuk berhati-hati saat melintasi jalur yang sudah dibuka, mengingat kondisi tanah masih labil dan berpotensi mengalami longsor kembali.

Posko Bantuan dan Kesehatan Disiapkan

Untuk membantu masyarakat yang terdampak, pemerintah kecamatan mulai menyalurkan bantuan logistik setelah akses jalan terbuka sebagian. Posko lapangan didirikan di kantor camat di Nagari Sungai Pinang Tapan guna mendukung koordinasi penanganan darurat.

Pemerintah kecamatan juga menyiapkan sekitar 700 porsi makanan siap saji untuk didistribusikan kepada masyarakat hingga Senin malam. Selain bantuan pangan, posko kesehatan turut disiapkan untuk memberikan layanan medis bagi warga yang membutuhkan.

Dheno berharap bantuan logistik dan kebutuhan dasar dapat terus ditambah, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sempat terisolasi selama akses jalan terputus.

Kebutuhan yang mendesak antara lain bahan makanan, popok, serta perlengkapan untuk anak-anak. Sementara itu, pendataan dampak bencana masih terus dilakukan karena akses menuju sejumlah wilayah baru terbuka sebagian dan kondisi medan masih sulit dijangkau.

“Kami berharap ada tambahan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga, termasuk popok dan perlengkapan untuk anak-anak. Pendataan belum bisa dilakukan secara menyeluruh karena akses baru mulai terbuka dan kondisi medan masih berat,” tuturnya.

Pemerintah kecamatan bersama petugas di lapangan terus berupaya membuka akses jalan dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Di tengah ancaman longsor susulan, percepatan penanganan darurat serta pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas untuk membantu warga melewati masa tanggap darurat bencana.[*]