BukittinggiHeadlineNews

Proyek Revitalisasi Taman Hias Depan DPRD Kota Bukittinggi Dukung Konsep ICP

Redaksi KlikGenZ
×

Proyek Revitalisasi Taman Hias Depan DPRD Kota Bukittinggi Dukung Konsep ICP

Sebarkan artikel ini

KLIKGENZ.Com – Pemerintah Kota Bukittinggi tengah melakukan revitalisasi Taman Depan DPRD, salah satu pembangunan yang masuk dalam konsep Integrated City Planning (ICP).

Taman Depan DPRD itu nantinya, akan menambah estetika wajah kota dan akan ditanami sejumlah tanaman hias yang cocok dengan lokasi dan iklim tropis Kota Bukittinggi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Aldiasnur, menjelaskan, revitalisasi taman kota depan DPRD Bukittinggi, menjadi salah satu langkah awal untuk menambah estetika wajah kota. Saat ini, proses pembangunan taman itu tengah dilaksanakan, dengan penebangan pohon pinus yang ada di lokasi.

Baca Juga  Hujan Sangat Lebat Mengintai Sumut hingga 22 Desember, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

“Pembangunan yang masuk dalam konsep ICP ini, sudah mulai kita laksanakan. Tahapannya, membongkar dulu taman yang lama, termasuk pohon pinus yang ada di lokasi,” ungkapnya.

Secara umum, Aldiasnur menjelaskan, penebangan pohon pinus di lokasi setempat dilakukan untuk mendukung pekerjaan dengan hasil yang maksimal. Pohon pinus yang ada, dinilai sudah cukup tua, memiliki akar yang sudah menyebar, bagian tengah dari batang pohon, sudah mengalami pembusukan, sehingga kondisinya cukup mengkhawatirkan.

“Penebangan pohon pinus itu memang harus kita lakukan. Karena dari segi usia, sudah cukup tua, akarnya sudah menyebar juga hingga ke jalan raya, bagian tengah dari batang pohon, ditambah lagi dengan buah pohon pinus, yang bisa membahayakan pengguna jalan. Kita tebang pohon itu sekarang, nanti kita ganti dengan tanaman hias yang lebih cocok dan mendukung estetika kota,” jelasnya.

Baca Juga  Pemko Padang Kembali Gelar Padang Rancak Award 2026, 3.456 RT Diimbau Daftar

Aldiasnur juga tidak menampik, sejumlah pekerjaan penebangan pohon, sudah mulai dilakukan Dinas Lingkungan Hidup beberapa bulan terakhir. Hal ini dilakukan agar kondisi akar dari pohon sebelumnya tidak menyebar ke jalan dan trotoar, kemudian buah yang dihasilkan pun tidak membahayakan pengguna jalan. (*)