PADANG, KLIKGENZ.COM — Sedikitnya 108 mobil dilaporkan mengalami gangguan setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Sumatera Barat.
Pemilik kendaraan yang terdampak kini masih menunggu kepastian terkait kemungkinan penggantian biaya perbaikan kendaraan. Pertamina Patra Niaga menyebut opsi tersebut memang telah dibicarakan, namun hingga kini masih sebatas wacana.
Sales Area Manager Retail Sumatera Barat Pertamina Patra Niaga, Fakhri Rizal Hasibuan, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendataan terhadap kendaraan yang dilaporkan mengalami gangguan setelah mengisi Pertalite.
Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui jumlah kendaraan terdampak sekaligus menelusuri laporan dan keluhan yang disampaikan masyarakat.
“Arah ke situ ada, tapi saat ini masih wacana. Oleh karena itu, kita sedang mendata jumlah kendaraan yang terdampak dalam masalah ini,” kata Fakhri, Selasa (29/9/2026).
108 Mobil Dilaporkan Mengalami Gangguan
Hingga Selasa, sedikitnya 108 mobil telah dilaporkan mengalami gangguan setelah mengisi Pertalite. Jumlah tersebut masih dapat bertambah karena Pertamina masih membuka pengaduan dari masyarakat.
Fakhri mengatakan masyarakat yang mengalami kendala setelah mengisi BBM diminta segera melaporkan kejadian tersebut melalui saluran pengaduan yang tersedia.
“Kita telah meminta masyarakat melaporkan kendala yang dikeluhkan sejak 26 September hingga 27 September 2026. Kita mengharapkan masyarakat melaporkan ke Call Center Pertamina 135, posko pengaduan yang ada di SPBU hingga ke SPBU tempat mengisi BBM,” jelasnya.
Pertamina juga meminta pemilik kendaraan yang mengalami gangguan untuk tidak ragu menyampaikan laporan. Pengaduan tersebut tidak hanya ditujukan bagi kendaraan yang melakukan transaksi menggunakan barcode Pertamina.
Pemilik sepeda motor yang mengisi BBM tanpa menggunakan barcode juga tetap dapat melaporkan gangguan yang dialaminya.
Menurut Fakhri, transaksi pengisian BBM di SPBU tetap dapat ditelusuri melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV.
“Kita akan melakukan tracing dari CCTV yang ada di SPBU,” ujarnya.
Penyebab Kendaraan Gangguan Masih Diperiksa
Sementara itu, penyebab gangguan kendaraan hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan. Sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami gejala seperti mesin tersendat, sulit dihidupkan hingga kehilangan tenaga setelah mengisi Pertalite.
Namun, gejala tersebut belum dapat secara langsung membuktikan adanya persoalan pada kualitas BBM.
Sejumlah faktor teknis pada kendaraan juga dapat menimbulkan gejala serupa. Karena itu, pemeriksaan terhadap kualitas BBM serta kondisi kendaraan diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan.
Sampel Pertalite yang dikeluhkan masyarakat juga telah diserahkan kepada Pertamina untuk menjalani pemeriksaan.
Ombudsman Tunggu Hasil Pemeriksaan Pertalite
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat, Adel Wahidi, mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan persoalan tersebut.
Ombudsman sebelumnya telah menyerahkan sampel Pertalite yang dikeluhkan masyarakat kepada Pertamina. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap sampel tersebut.
“Kita bertemu dengan pihak Pertamina, sampel Pertalite yang menyebabkan kendaraan masyarakat sudah kita serahkan ke Pertamina, kita akan menunggu hasilnya,” kata Adel.
Menurut Adel, pemeriksaan laboratorium dan investigasi terhadap kualitas Pertalite yang dikeluhkan masyarakat belum dilakukan secara menyeluruh.
Oleh sebab itu, Ombudsman meminta Pertamina terbuka mengenai hasil pemeriksaan maupun jumlah masyarakat yang telah menyampaikan pengaduan.
“Kita meminta pihak Pertamina terbuka dan melaporkan berapa jumlah masyarakat yang telah melaporkan. Ini harus ditindaklanjuti oleh Pertamina, agar masyarakat percaya memakai produk Pertamina,” tutup Adel.
Hingga kini, kepastian mengenai penyebab gangguan kendaraan maupun mekanisme penggantian biaya perbaikan masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut dari Pertamina.











