Breaking NewsHeadlineJakartaNewsPeristiwa

Ojol Dilindas Mobil Listrik BYD di Blok M, Anak Korban Minta Biaya Pengobatan Ditanggung

×

Ojol Dilindas Mobil Listrik BYD di Blok M, Anak Korban Minta Biaya Pengobatan Ditanggung

Sebarkan artikel ini

Hasan Syukur mengalami patah tulang kaki kiri setelah kecelakaan beruntun di Blok M, Jakarta Selatan. Keluarga berharap pihak yang bertanggung jawab membiayai pengobatan hingga korban sembuh.

foto istimewa

JAKARTA|KLIKGENZ.COM – Hasan Syukur (56), pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban kecelakaan mobil listrik BYD di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, mengalami patah tulang kaki kiri. Kecelakaan yang terjadi pada Jumat (23/10/2026) itu membuat Hasan harus menjalani perawatan intensif hingga operasi.

Anak korban, Ewis Hildayani (27), mengaku terkejut ketika menerima panggilan video dari ayahnya. Saat itu, Hasan sedang terbaring di instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Ewis yang tinggal di Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, mengatakan ayahnya menghubunginya pada Jumat (23/10/2026). Dari panggilan tersebut, ia mengetahui bahwa sang ayah mengalami kecelakaan dan membutuhkan perawatan medis.

“Bapak udah nggak boleh banyak gerak, lagi berbaring di IGD,” kata Ewis saat ditemui pada Sabtu (24/10/2026).

Ketika berada di rumah sakit, Hasan ditemani sejumlah rekannya sesama pengemudi ojol. Mereka juga menunggu kedatangan istri Hasan yang tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat.

Anak Korban Syok Mengetahui Kondisi Ayahnya

Ewis mengaku panik setelah melihat kondisi ayahnya yang mengalami patah tulang kaki kiri. Ia kemudian berusaha mencari tahu kronologi kecelakaan yang menimpa orang tuanya tersebut.

Ia menanyakan lokasi kejadian, kendaraan yang terlibat, serta bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi hingga menyebabkan ayahnya mengalami cedera serius.

Baca Juga  Wawako Maigus Nasir Tutup "Padang Harmoni Festival", Seluruh Rangkaian HJK Padang Sukses!

“Saya tanya, ketabraknya di mana? Ketabrak atau menabrak? Kondisinya yang nabraknya motor apa mobil? Nanya… kronologinya,” ujar Ewis.

Menurut Ewis, ayahnya telah menjalani operasi patah tulang pada Sabtu (24/10/2026). Selain cedera pada kaki kiri, ia juga mendapat informasi bahwa ayahnya mengalami cedera serius pada tulang belakang.

“Tulang belakang katanya remuk, sama tulang kaki kiri, katanya (patah),” kata Ewis.

Hingga Sabtu, Ewis mengaku belum memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi ayahnya setelah menjalani operasi. Ia berharap proses pemulihan berjalan baik sehingga Hasan bisa kembali sehat.

Keluarga Minta Biaya Pengobatan Ditanggung

Di tengah kekhawatiran terhadap kondisi ayahnya, Ewis berharap pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut memenuhi kewajibannya, termasuk memastikan biaya pengobatan korban hingga pulih.

Menurutnya, sebelum kecelakaan terjadi, sang ayah masih dalam kondisi sehat dan dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Pokoknya minta pertanggungjawaban dari tadinya Bapak saya sehat harus dibiayai sampai sehat,” ungkap Ewis.

Ia menegaskan, keselamatan dan kesembuhan ayahnya menjadi hal paling penting bagi keluarga. Ewis berharap Hasan bisa kembali menjalani aktivitas seperti biasa setelah kondisinya membaik.

Baca Juga  Rumor Transfer Persib Bandung: Anak Ronald Koeman Jadi Incaran Baru Maung Bandung?

“Enggak kerja juga enggak apa-apa yang penting sehat,” katanya.

Kronologi Kecelakaan Beruntun di Blok M

Kecelakaan yang melibatkan mobil listrik BYD tersebut terjadi pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 16.48 WIB di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Mobil itu dikemudikan seorang pria berinisial S (46).

Berdasarkan kronologi kejadian yang disampaikan, mobil BYD tersebut awalnya menabrak Honda Brio bernomor polisi B-2967-NGY yang melaju searah di depannya.

Setelah tabrakan pertama, mobil BYD oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi A-3867-DD yang dikendarai Hasan, serta mobil Wuling bernomor polisi B-1835-ERZ.

Benturan tersebut membuat kecelakaan berlanjut. Mobil BYD kemudian naik ke trotoar dan menabrak dua mobil lain yang sedang terparkir.

Hasan menjadi salah satu korban dalam rangkaian kecelakaan tersebut dan harus mendapatkan penanganan medis akibat cedera yang dialaminya.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan pengemudi saat berkendara, terutama di kawasan perkotaan dengan arus lalu lintas padat. Bagi keluarga korban, harapan utama saat ini adalah kesembuhan Hasan serta adanya pertanggungjawaban atas kerugian dan biaya pengobatan yang timbul akibat kecelakaan tersebut.[*]