PADANG|KLIKGENZ.COM — Dua dari lima siswa yang masih menjalani perawatan setelah mengalami keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pariaman, Sumatera Barat, dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, Rabu (16/9/2026).
Rujukan dilakukan setelah kondisi kesehatan kedua siswa tersebut terus menurun pascakejadian keracunan massal yang terjadi pada Senin (14/9/2026).
Kedua siswa tersebut merupakan bagian dari 128 pelajar MTsN 1 Pariaman dan SMPN 1 Pariaman yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan program MBG.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Reprenaldi Rilis, mengatakan dua siswa tersebut membutuhkan penanganan medis lanjutan karena kondisi mereka belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.
“Sejak mengalami keracunan, kelimanya sudah mendapatkan perawatan intensif. Namun, dua di antaranya belum menunjukkan perubahan signifikan,” ujar Rudy.
Kondisi Dua Siswa Menurun
Rudy menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Sadikin, kedua siswa mengalami penurunan denyut nadi dan tekanan darah.
Kondisi tersebut membuat tim medis memutuskan melakukan rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Menurut Rudy, kedua pasien membutuhkan tindakan medis menggunakan alat picu untuk membantu memaksimalkan denyut nadi dan tekanan darah.
“Akibatnya perlu tindakan medis dengan menggunakan metode picu untuk memaksimalkan nadi dan tensi korban. Alat picu ini cuma ada di rumah sakit tipe A, makanya kami rujuk ke sana,” jelasnya.
RSUP M Djamil Padang merupakan rumah sakit tipe A yang menjadi salah satu fasilitas rujukan di Sumatera Barat.
Hingga hari ketiga setelah kejadian, masih terdapat lima siswa yang menjalani perawatan medis. Sebelumnya, ratusan pelajar dilaporkan mengalami sejumlah gejala setelah menyantap menu MBG, mulai dari mual, pusing, muntah hingga sesak napas.
Dari lima pasien yang masih dirawat, tiga siswa menjalani perawatan di RSUD Sadikin, sementara dua lainnya sempat mendapatkan perawatan di RSUD M Yamin sebelum akhirnya dirujuk ke Padang.
Dapur Pemasok MBG Ditutup Sementara
Di sisi lain, Pemerintah Kota Pariaman telah menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Pauh Barat.
Penghentian operasional dilakukan sejak Selasa (15/9/2026), sehari setelah kejadian keracunan yang dialami para pelajar.
Dapur SPPG tersebut diketahui menjadi pemasok makanan program MBG untuk MTsN 1 Kota Pariaman dan lima sekolah lainnya di wilayah tersebut.
Pemerintah Kota Pariaman mengambil langkah tersebut sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang.
Rudy mengatakan sampel makanan telah diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui penyebab munculnya gejala keracunan pada para siswa.
“Dapur ditutup sementara sampai masalah ini clear. Sampel makanan sudah diambil untuk dicek di laboratorium BPOM Padang. Hasilnya diperkirakan keluar sekitar enam hari ke depan,” ungkap Rudy.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kemungkinan penyebab munculnya gejala pada para siswa yang mengonsumsi makanan MBG.
Sementara proses pemeriksaan berlangsung, operasional dapur pemasok makanan dihentikan sementara sebagai langkah kehati-hatian.
Pemerintah daerah juga masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa yang menjalani perawatan serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.[*]











