HeadlineNewsSolok Selatan

Haornas 2026, Bupati Khairunas: Olahraga adalah Investasi Bangsa

×

Haornas 2026, Bupati Khairunas: Olahraga adalah Investasi Bangsa

Sebarkan artikel ini

Peringatan Haornas 2026 di Solok Selatan menjadi momentum mendorong masyarakat hidup lebih aktif, sehat, produktif, dan inklusif melalui olahraga.

foto Istimewa

SOLSEL | KLIKGENZ.COM – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kebiasaan masyarakat agar lebih aktif bergerak. Masyarakat yang aktif berolahraga diyakini akan menciptakan generasi yang lebih bugar, produktif, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, saat membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada Upacara Peringatan Haornas tingkat Kabupaten Solok Selatan, Rabu (9/9/2026).

Dalam pidato tersebut, ditegaskan bahwa olahraga tidak semata-mata merupakan aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga bagian penting dari pembangunan manusia dan bangsa.

“Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh: membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang, sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” kata Khairunas.

Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang sehat sekaligus berkarakter. Karena itu, budaya olahraga perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat dan tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu.

Baca Juga  Damri Buka Rute Padang Aro–Pelompek, Tarif Rp8 Ribu Perkuat Konektivitas Solok Selatan

Pemerintah Diminta Jadi Motor Penggerak

Untuk mendorong masyarakat agar semakin aktif dan sehat, pemerintah diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun budaya olahraga. Olahraga juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penyediaan ruang publik yang memadai, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki, hingga jalur bersepeda yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Selain pembangunan fasilitas, pemerintah juga didorong menghadirkan program olahraga yang mudah diakses, murah, aman, serta inklusif sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan Car Free Day (CFD) juga dinilai dapat dimanfaatkan sebagai salah satu ruang untuk membangun budaya masyarakat yang aktif bergerak.

Car Free Day diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi ruang publik yang mendorong masyarakat untuk berolahraga, berinteraksi, sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat.

“Dengan kegiatan yang dilaksanakan, diharapkan dapat terjadinya perubahan perilaku masyarakat yang semakin bugar dan sehat,” demikian disampaikan dalam pidato tersebut.

Baca Juga  Pemkab Solok Selatan Siapkan PNS sebagai Sekretaris Nagari

Olahraga Harus Inklusif dan Berkeadilan

Peringatan Haornas 2026 juga menjadi momentum untuk mendorong pembangunan olahraga yang inklusif dan berkeadilan.

Kesempatan untuk berolahraga harus dapat dirasakan oleh seluruh kelompok masyarakat, tanpa membedakan usia, jenis kelamin, kondisi sosial, maupun tempat tinggal.

Anak-anak, pemuda, perempuan dan laki-laki, lanjut usia, masyarakat di wilayah perdesaan maupun perkotaan, hingga penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang sama untuk bergerak dan berolahraga.

Dengan demikian, olahraga tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk meningkatkan prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Di akhir pidato, Menteri Pemuda dan Olahraga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun budaya olahraga.

“Saya mengajak seluruh pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas, keluarga, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bergerak bersama,” tutupnya. [*]