News

Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang Padang Pariaman, 4 Rumah Tertimpa Pohon

Redaksi
×

Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang Padang Pariaman, 4 Rumah Tertimpa Pohon

Sebarkan artikel ini

Peringatan dini cuaca Sumatera Barat menyebut sejumlah wilayah Padang Pariaman masih berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir dan angin kencang.

PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM — Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai potensi kilat, petir dan angin kencang melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat sejak Jumat (2/10/2026) malam. Kondisi tersebut memicu sejumlah kejadian bencana di Kabupaten Padang Pariaman.

Berdasarkan pembaruan peringatan dini cuaca Sumatera Barat pada Jumat (2/10/2026) pukul 23.30 WIB, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi mulai pukul 23.40 WIB.

Di Kabupaten Padang Pariaman, wilayah yang masuk dalam peringatan dini meliputi Kecamatan Nan Sabaris, 2 X 11 Enam Lingkuang, VII Koto Sungai Sarik, V Koto Kampung Dalam, Sungai Limau, Padang Sago, V Koto Timur, 2 X 11 Kayu Tanam, Patamuan dan Enam Lingkung.

Peringatan serupa juga mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman Barat serta Kota Pariaman.

Kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima melalui Pusdalops PB Kabupaten Padang Pariaman dan informasi kebencanaan yang dihimpun dari grup komunikasi kebencanaan daerah, sejumlah kejadian dilaporkan setelah hujan deras dan angin kencang melanda wilayah tersebut.

Baca Juga  Penantian Panjang Warga Kampung Beringin Terjawab, Jalan Mulai Diaspal Hotmix

Pohon Tumbang Timpa Empat Rumah

Salah satu kejadian terjadi pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di Korong Kampung Tangah, Nagari Sikucua Timur, Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman.

Hujan disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa empat rumah warga.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Petugas dan unsur terkait masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat pohon tumbang tersebut.

Banjir Bandang Luapkan Batang Kamumuan

Selain pohon tumbang, banjir bandang juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Sungai Geringging.

Banjir terjadi setelah Batang Kamumuan meluap akibat curah hujan tinggi pada Jumat (2/10/2026).

Wali Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Afrizaldi, melaporkan luapan tersebut berdampak terhadap rumah warga di wilayah Jurai Kampung Teleng, Korong Balai Kamih, Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit aliran sungai meningkat dan meluap ke kawasan permukiman warga.

Hingga laporan tersebut dihimpun, pendataan dampak banjir masih dilakukan oleh pihak terkait.

Tembok Penahan Tanah Ambruk

Kejadian lain dilaporkan dari Korong Pasar Ampalam, Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau.

Baca Juga  Kemnaker Dorong Serikat Buruh Perkuat Penerapan K3 di Tempat Kerja

Wali Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Amizuir, melaporkan hujan deras yang terjadi malam sebelumnya menyebabkan tembok penahan tanah pada anak Sungai Galok ambruk.

Kerusakan tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi meningkatkan aliran air di kawasan tersebut.

Pemerintah nagari bersama unsur terkait melakukan pemantauan dan pendataan terhadap kondisi di lapangan.

Warga Diminta Waspada

Rangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian karena hujan deras masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

Masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai, lereng, kawasan rawan longsor serta lokasi yang banyak terdapat pohon berukuran besar, diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila terjadi pohon tumbang, banjir, longsor, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan kepada pemerintah nagari, petugas kebencanaan maupun pihak terkait.

Informasi mengenai perkembangan kejadian dan penanganan di lapangan akan terus dihimpun berdasarkan laporan resmi dari Pusdalops PB Kabupaten Padang Pariaman dan pemerintah nagari. [*]