JakartaNews

Kakorlantas Polri Tinjau Pos Terpadu KM 57, 28 Persen Kendaraan Pemudik Sudah Tinggalkan Jakarta

Redaksi
×

Kakorlantas Polri Tinjau Pos Terpadu KM 57, 28 Persen Kendaraan Pemudik Sudah Tinggalkan Jakarta

Sebarkan artikel ini

Irjen Pol Agus Suryonugroho memastikan Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal, arus mudik mulai meningkat namun masih terkendali

JAKARTA | KLIKGENZ.COM – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho meninjau langsung Pos Terpadu KM 57 wilayah Polda Jawa Barat guna memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal dalam mengamankan arus mudik Lebaran.

Dalam pemantauan tersebut, Kakorlantas menyebut kondisi lalu lintas secara umum masih terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan tol yang mengarah ke jalur mudik utama.

Kunjungan itu dilakukan setelah sebelumnya ia mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau kesiapan pengamanan mudik di wilayah Jawa Tengah.

Pada hari yang sama, Kapolri juga melakukan pengecekan langsung di Pos Terpadu Kalikangkung, Jawa Tengah, sekaligus melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan.

“Operasi Ketupat tahun ini dikendalikan langsung oleh Kapolri untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan arus mudik dan arus balik berjalan dengan baik,” ujar Agus.

28 Persen Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, arus kendaraan yang meninggalkan wilayah Jakarta menuju jalur Trans Jawa hingga ke arah Banten dan penyeberangan menuju Sumatera mulai mengalami peningkatan.

Baca Juga  Polisi Perketat Pengamanan Pasar Mardika dan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon Jelang Mudik Lebaran

Korlantas Polri mencatat dari proyeksi sekitar 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan akan bergerak menuju Trans Jawa, Jawa Barat, Cikupa, Banten hingga penyeberangan ke Sumatera, sekitar 28 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta.

“Masih ada sekitar 72 persen kendaraan lagi yang akan bergerak. Oleh karena itu, kami terus mengelola pergerakan arus lalu lintas agar tetap terkendali,” jelasnya.

Apresiasi untuk Kapolda Jawa Barat

Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan yang memilih berada langsung di Pos Terpadu Rest Area KM 57 selama operasi berlangsung.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan pengamanan arus mudik berjalan maksimal.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pak Kapolda. Beliau selama operasi bahkan beristirahat di pos ini untuk memantau langsung pergerakan kendaraan yang masuk dan keluar dari wilayah Jawa Barat menuju Jawa Tengah,” kata Agus.

Kebijakan WFA Dinilai Bantu Urai Arus Mudik

Korlantas Polri juga menilai kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere (WFA) serta penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian membantu mengurai pergerakan masyarakat selama periode mudik.

Baca Juga  Tangis Warga Aceh Tamiang Usai Banjir, Kehilangan Kebun dan Tak Sanggup Biayai Sekolah Anak

Kebijakan tersebut membuat waktu keberangkatan pemudik lebih tersebar sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada satu waktu tertentu.

“Dengan adanya Work From Anywhere ini keberangkatan masyarakat lebih terurai. Kebijakan pemerintah melalui SKB juga sangat strategis dalam mengelola flow arus lalu lintas,” ujarnya.

Mudik Adalah Perjalanan Rindu

Di akhir keterangannya, Kakorlantas mengingatkan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga perjalanan rindu untuk berkumpul bersama keluarga.

Karena itu, Polri bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memastikan rangkaian kegiatan Ramadan, Idulfitri hingga Hari Raya Nyepi berlangsung aman.

“Operasi Ketupat ini bukan hanya operasi lalu lintas, tetapi memastikan seluruh rangkaian kegiatan Ramadan, Idulfitri, hingga Nyepi berjalan aman. Negara, Polri, dan seluruh stakeholder hadir untuk menjamin keamanan masyarakat,” tutupnya. [*]