Kapal bernama KM Gandha Nusantara 17 tersebut diketahui berangkat dari Bitung menuju Ternate pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 22.00 WIT.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Ferdinando, mengatakan informasi insiden tersebut diterima dari perwakilan Pelni Ternate, Rudi Arif, pada Minggu siang.
Menurut Ferdinando, kapal mengalami kerusakan mesin pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIT saat berada di perairan Maluku Utara.
Setelah kerusakan terjadi, kru kapal sempat berupaya memperbaiki mesin secara mandiri. Namun hingga beberapa jam kemudian, upaya tersebut belum berhasil mengatasi gangguan pada mesin kapal.
“Kapten kapal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pelni yang selanjutnya diteruskan kepada Basarnas Ternate untuk meminta bantuan operasi pencarian dan pertolongan,” ujarnya.
Tim SAR Dikerahkan ke Lokasi
Usai menerima laporan, Basarnas Ternate langsung mengerahkan tim penyelamat menuju lokasi kejadian.
Pada pukul 12.15 WIT, tim Rescue dari Kantor SAR Ternate bergerak menggunakan kapal penyelamat KN SAR 237 Pandudewanata untuk melakukan proses evakuasi.
Di sisi lain, kapal KM Sabuk Nusantara 115 yang berada tidak jauh dari lokasi sempat mencoba melakukan penarikan terhadap kapal yang mengalami kerusakan.
Namun upaya tersebut mengalami kendala akibat kondisi cuaca di perairan yang cukup ekstrem.
Gelombang Tinggi Hambat Evakuasi
Dilaporkan, tinggi gelombang di sekitar lokasi mencapai sekitar 2,5 hingga 3 meter, sehingga menyulitkan proses penarikan kapal. Selain itu, kapal yang mengalami kerusakan juga dilaporkan mengalami kemiringan sekitar 20 derajat.
Meski demikian, hingga saat ini kondisi kru kapal masih dalam pemantauan dan proses evakuasi terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Operasi penyelamatan tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas Ternate, Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Maluku Utara, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ternate, serta pihak Pelni dan bantuan dari KM Sabuk Nusantara 115.
Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh orang yang berada di kapal saat kejadian. Seluruhnya masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan.
Hingga kini, operasi penyelamatan masih terus berlangsung, sementara identitas kru kapal yang berada di dalam kapal tersebut masih dalam pendataan. [*]











