AGAM | KLIKGENZ.COM — Kebakaran melanda kawasan Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden ini menjadi sorotan setelah mobil pemadam kebakaran dilaporkan kehabisan bahan bakar saat dalam perjalanan menuju lokasi.
Anggota DPRD Agam, Albert, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut masyarakat telah menghubungi petugas pemadam sejak api mulai membesar, namun respons terhambat di tengah jalan.
“Mobil damkar kehabisan minyak di Siguhung. Kami mengetahui hal ini setelah menghubungi langsung petugas di lapangan,” ujarnya.
Damkar Tertahan, Tunggu Pasokan BBM
Akibat kehabisan bahan bakar, petugas terpaksa menunggu suplai BBM dari markas damkar di Maninjau sebelum bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi kebakaran.
Kondisi ini memperlambat penanganan, sementara api terus membesar dan mengancam permukiman warga.
Unit Damkar Rusak Pascabencana
Tidak hanya itu, Albert juga mengungkapkan bahwa unit damkar di wilayah Maninjau belum dapat difungsikan secara optimal karena mengalami kerusakan pascabencana.
“Unit damkar di Maninjau belum bisa digunakan. Ini tentu menjadi kendala serius dalam penanganan kebakaran,” katanya.
Warga Padamkan Api dengan Peralatan Seadanya
Hingga pukul 19.30 WIB, mobil damkar dilaporkan belum tiba di lokasi. Warga setempat pun berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya untuk mencegah kebakaran meluas.
Akibat kejadian ini, satu unit rumah dilaporkan hangus terbakar. Selain itu, satu unit mobil dan satu sepeda motor turut dilalap api.
Seorang warga lanjut usia berusia 68 tahun mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Sorotan Serius Kesiapsiagaan Darurat
Peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait kesiapsiagaan layanan darurat di daerah.
Albert menegaskan, kejadian ini harus menjadi evaluasi menyeluruh bagi pemerintah daerah agar fasilitas pemadam kebakaran selalu dalam kondisi siap siaga.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Dalam kondisi darurat, damkar harus standby dan siap digunakan kapan saja,” tegasnya.
Ia juga mengaku telah menghubungi sejumlah pihak, termasuk kepala dinas dan bupati. Namun, hanya Sekretaris Daerah yang merespons dan menyatakan akan meninjau kondisi korban di RSUD Lubuk Basung.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kehabisan bahan bakar pada unit damkar tersebut. [*]











