Breaking NewsHeadlineJakartaNewsPeristiwa

KMP Batumandi Terbakar di Merak, 420 Penumpang Berhasil Dievakuasi

×

KMP Batumandi Terbakar di Merak, 420 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Sebarkan artikel ini

Kapal feri rute Bakauheni–Merak terbakar saat hendak bersandar di Banten. Seluruh penumpang dan awak berhasil dievakuasi, sementara penyebab kebakaran diselidiki.

Foto istimewa

JAKARTA|KLIKGENZ.COM – Kapal motor penyeberangan (KMP) Batumandi terbakar saat hendak bersandar di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore. Sebanyak 420 penumpang dilaporkan berhasil dievakuasi, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kebakaran terjadi ketika kapal yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak itu sedang memasuki alur penyeberangan untuk bersandar di Dermaga VI.

Insiden tersebut sempat memicu kepanikan di antara penumpang. Asap hitam pekat terlihat membubung dari bagian belakang kapal, sementara sejumlah penumpang berusaha menyelamatkan diri ke bagian anjungan dan geladak sambil menunggu proses evakuasi.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Hutapea, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kebakaran berlangsung di perairan Selat Sunda, tepatnya di belakang Pulau Kecil Merak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

“Di perairan laut Selat Sunda, tepatnya di belakang Pulau Kecil Merak Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, telah terjadi kebakaran kapal penumpang KMP Batumandi,” kata Maruli.

Kronologi KMP Batumandi Terbakar

Berdasarkan informasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB pada Selasa (20/10/2026).

Kapal kemudian melintasi perairan Selat Sunda menuju Pelabuhan Merak. Namun, ketika sedang memasuki alur penyeberangan untuk bersandar, petugas menerima laporan adanya kebakaran di kapal tersebut.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, kebakaran dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB. Api diduga berasal dari kamar mesin kapal.

Sementara itu, laporan awal menyebutkan petugas darat melihat percikan api di bagian buritan atau belakang kapal, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.

Setelah menerima laporan keadaan darurat, petugas VTS Merak segera berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk mengerahkan bantuan, termasuk kapal tunda dan kapal penyeberangan lain guna mendukung pemadaman serta evakuasi penumpang.

“VTS Merak terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Dukungan komunikasi dan pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi keadaan darurat serta pengerahan bantuan di perairan sekitar lokasi kejadian,” ujar Yogie.

Baca Juga  Gunung Anak Krakatau Erupsi, 4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik

Sebanyak 420 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Polda Banten menyebutkan berdasarkan manifest, KMP Batumandi mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan ketika insiden terjadi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 393 orang berada di dalam kendaraan, sedangkan 27 orang lainnya merupakan penumpang pejalan kaki.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan VTS Merak pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 menginformasikan seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut.

Dengan demikian, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil diselamatkan.

Setelah dievakuasi dari kapal yang terbakar, para penumpang dibawa menuju area Dermaga VI atau Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. Petugas kemudian melakukan pendataan serta memberikan penanganan sesuai kondisi masing-masing penumpang.

Maruli Hutapea mengatakan tidak ada korban meninggal dunia berdasarkan informasi sementara yang diterima dari pihak ASDP. Namun, sejumlah penumpang yang mengalami luka-luka telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis, termasuk Puskesmas Merak dan Rumah Sakit Krakatau Medika.

Penumpang Sempat Mendengar Dua Kali Ledakan

Di tengah proses evakuasi, sejumlah penumpang menceritakan detik-detik sebelum kebakaran membesar. Salah seorang penumpang selamat bernama Edi mengaku mendengar suara ledakan sebanyak dua kali dari arah kamar mesin.

Menurut Edi, suara pertama terdengar seperti bunyi benturan keras dari bagian mesin sebelah kiri. Setelah itu, muncul asap kecil yang kemudian semakin tebal.

Ia mengaku sempat memperingatkan orang-orang di sekitarnya dan meminta agar pelampung disiapkan. Namun, kepanikan baru meningkat setelah terdengar suara ledakan kedua.

“Pertama, sebelum kejadian, ada meledak ‘teng’ di mesin sebelah kiri. Habis itu keluar asap kecil. Habis keluar asap kecil gitu, saya ngomong, ‘Ini bakalan gede. Tolong sediain pelampung’. Tapi orang pada diam,” kata Edi saat ditemui di Pelabuhan Merak.

Edi melanjutkan, setelah ledakan kedua terdengar, lampu kapal padam dan suasana menjadi gelap. Penumpang pun mulai panik ketika asap memenuhi bagian dalam kapal.

“Meledak kedua ‘dum’ (dari) mesin, itu udah gelap. Habis gelap, orang pada panik,” ujarnya.

Baca Juga  Daratan Baru Seluas 32,8 Hektare Muncul di Anak Krakatau Usai Erupsi

Ia mengaku menggunakan handuk untuk menutup hidung agar tidak terlalu banyak menghirup asap. Dalam situasi tersebut, sejumlah penumpang berusaha mencari jalan keluar dan meminta agar sekoci diturunkan.

Nelayan Merak Turut Membantu Penyelamatan

Selain bantuan dari petugas dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi, nelayan setempat juga dilaporkan ikut membantu menyelamatkan penumpang KMP Batumandi.

Zulhaedi, seorang sopir bus rute Padang–Jakarta yang menjadi penumpang kapal, mengatakan nelayan sekitar Merak termasuk pihak yang membantu penumpang pada awal kejadian.

“Nelayan dulu yang bantuin itu nelayan dulu. Barulah kapal-kapal yang dari Bakau,” ujar Zulhaedi saat ditemui di posko evakuasi.

Menurut Zulhaedi, kepanikan sempat meningkat ketika sejumlah penumpang nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Asap yang memenuhi kapal juga membuat beberapa penumpang mengalami kesulitan bernapas.

Ia sendiri berusaha melindungi saluran pernapasannya menggunakan handuk yang dibasahi air.

Pengalaman para penumpang tersebut menggambarkan situasi darurat yang terjadi sebelum bantuan evakuasi tiba dan seluruh orang di atas kapal berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Polda Banten saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran KMP Batumandi. Polisi juga akan mendalami kronologi lengkap kejadian serta informasi mengenai sumber api yang pertama kali muncul di kapal.

Maruli Hutapea meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab insiden tersebut.

“Untuk kronologi lengkap dan penyebab kebakaran, kami mohon masyarakat bersabar. Nantinya akan ada tim yang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Maruli.

Sementara itu, KSOP Kelas I Banten terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memantau perkembangan penanganan insiden tersebut.

Kebakaran KMP Batumandi menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan transportasi laut, khususnya pada layanan penyeberangan yang mengangkut penumpang sekaligus kendaraan. Hasil penyelidikan kepolisian dan pemeriksaan teknis nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kebakaran serta menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran.

Hingga informasi ini disusun, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan telah dievakuasi dengan selamat, sementara penyelidikan mengenai penyebab kebakaran masih berlangsung.[*]